"Saya capek Mas, mending kita udahan aja, capek hati, capek fisik. Kamu tega banget sama saya, saya nggak nyangka." Mama Rachel berucap sambil menangis di lantai bawah ruang kerja papa Rachel. Pandangannya lurus kedepan sambil memegang sebuah kertas yang entah apa isinya. Air matanya terus mengalir tapi tak ada isakan disana, hanya diam sambil meracau tak jelas. Sedangkan papa Rachel, dia hanya cuek sambil menyesap kopinya dan kemudian tangannya kembali mengetik sesuatu di Macbooknya. Tak peduli akan racauan serta tangisan istrinya. "MAS!!!" Mama Rachel memekik keras, tak lama tangannya bergerak untuk meraih tongkat golf yang berada di pojok ruangan. Byar ... Sambil menangis histeris dia memukul kaca menggunakan tongkat itu. Setelah berhasil memukul empat buah jendela ka

