EMILY berjalan masuk dengan ragu. Sebenarnya, ia tidak tahu kenapa ia harus bersikap sedemikian takut untuk bertemu dia. Padahal, Emily sempat meyakinkan dirinya sendiri bahwa lelaki itu harus ia lupakan. Ia sudah bertekad dalam hati dan berniat untuk melaksanakannya. Tapi ... kenapa terasa begitu sulit? Lelaki itu--Andrew adalah lelaki yang sama dengan yang ia temui di pesta tempo hari. Lelaki yang sama dengan yang menyakiti Emily tiga tahun silam. Lelaki yang membuat hatinya remuk redam waktu itu. Ah tidak. Bahkan, sampai sekarang Andrew masih sering singgah ke dalam pikiran Emily. Lelaki itu membawa banyak kenangan bahagia yang terlalu indah untuk dilupakan. Andrew yang selalu ada untuk Emily di saat kedua orang tuanya bahkan tidak peduli. Andrew yang selalu menggengam tangan

