Emily bangun sembari mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Ah, ternyata bukan mimpi. Setiap kali ia bangun dari tidurnya, ia selalu berharap bahwa semua kejadian yang menimpa dirinya hanya bunga tidur belaka, bukannya kenyataan. Tapi, keadaan berkata sebaliknya. Ia masih di sini, di rumah sakit mewah yang katanya sangat 'dipercaya' dalam menyembuhkan pasien. Benarkah? Apa Emily benar-benar bisa sembuh? Sebenarnya, ada sercercah harapan yang timbul di dalam dirinya sejak dokter mengatakan ada jalan lain selain kemoterapi. Yaitu operasi. Well, meski untuk melakukan operasi itu Emily tetap harus dikemo dengan dosis yang lebih tinggi. Tapi setidaknya, jika ia bisa selamat dan sehat kembali, kenapa tidak dicoba? Sayang, harapan itu segera musnah ketika Emily mengetahui bahwa ia m

