"Jadi dia belom mati?" Tyler bergumam sendiri sembari mencoret-coret kertasnya penuh emosi. "BAGAIMANA BISA?! BAGAIMANA BISA DIA TAHAN DENGAN ASAP ITU?!!" Tyler bangkit dengan marah dan menendang meja kecil di depannya. Ia berjalan dan menghempaskan seluruh benda yang ada di dekatnya. Suara pecahan demi pecahan terdengar menulikan, tapi ia tidak peduli. Napasnya terengah-engah, sedangkan emosinya tengah mendidih hingga ke ubun-ubun. "s****n!" umpat Tyler keras. Ia memegang dadanya yang sudah berdebar-debar tak karuan. Mungkin memang benar, Emily menang darinya kali ini. Dan mungkin memang benar, otak Emily jenius hingga ia bisa menghindari kematian yang Tyler sebabkan. Tapi, satu hal yang tidak mereka tahu. Tyler juga jenius. Ia bisa merancang rencana yang paling kejam kalaupun

