"Gue pengin kita putus." Ucapan Emily itu bagaikan petir di siang bolong bagi Jesse. Mata cokelat miliknya mengerjap-ngerjap tak percaya. "A-apa?" Jesse menganga. Tentu saja ia terkejut. Baru tadi Emily bilang pada orang tuanya bahwa Jesse adalah orang yang berarti dan selalu ada untuk Emily di saat kedua orang tuanya pergi. Tapi ... kenapa sekarang begini? "Gue pengin kita putus, Jess," ucap Emily dengan pandangan kosong. Hatinya sesak, tapi baginya jalan ini adalah solusi terbaik untuk keduanya. Ia bukanlah orang yang pantas bagi Jesse. Ia memang penyebab Elizabeth meninggal, ia memang gadis jahat yang tidak tahu mengenai penyakit adiknya. Selain itu, sekarang leukimia bersarang di dalam tubuh Emily. Emily tahu, leukimia adalah penyakit yang serius. Apalagi stadium 3, tingkatan itu

