52

1170 Kata

"Lo tahu? Kata polisi tadi, penyebab gas beracun itu karena ada yang ngerencanain semua ini," ucap Mikael sembari menaruh sebatang rokok dicela bibirnya. Lelaki itu menghidupkan pematik dan membakar rokoknya. "Karena ga mungkin tiba-tiba asep itu ada sendiri. Lagian, gue yakin Emily bertemu dengan seseorang di sana." "Ketemu? Ketemu siapa?" tanya Jesse sembari menghisap rokoknya kencang. Ia sempat merasa sesak dan terbatuk-batuk untuk kali pertama, tapi setelah agak lama, Jesse mulai terbiasa dengan benda ini. Tidak buruk juga, meski asapnya masih terasa tak nyaman. "Mana gue tahu, ntar kita tanyain Emily pas dia sadar aja," ujar Mikael sembari menghembuskan asap itu ke udara. "Lo inget? Gue masih punya 2 permintaan yang harus lo kabulin." Jesse memutar bola matanya jengah, “Harus ya l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN