30

921 Kata

"Aa ...." Jesse menyodorkan sebuah sandwich besar ke hadapan Emily dan memaksanya untuk membuka mulut. "Buka mulutnya, Em. Aaa ...." Emily bersedekap kesal sambil menatap Jesse dengan kedua alisnya yang tertaut menjadi satu, “Jess, kita jadi pusat perhatian. Bisa stop gak?" Jesse tidak mengubris protes Emily. Yang ada, ia malah memandangi tajam semua insan yang curi-curi pandang ke arah mereka. Lalu setelah itu, ia kembali lagi pada kegiatannya, “Makan, Em, lo itu udah kurus, ntar kalo sakit siapa yang susah?" "Bi Ira." jawab Emily sekenanya. Gadis itu memutar posisi duduknya dan mengigit sandwich yang Jesse sodorkan padanya, “Tuh, udah, satu gigitan." Jesse tersenyum. Manis sekali hingga rasanya Emily sesak napas. Beberapa siswi yang memperhatikan mereka pun ikut meleleh karenanya, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN