Anne dan Sano belum mengeluarkan suara padahal mereka sudah sepuluh menit di jalan raya. Anne dengan pikirannya, dan Sano fokus menyetir mobil. Mereka berdua sudah seperti pasangan suami-istri, dimana sang suami menjemput istrinya pulang bekerja. "Kamu mau makan sesuatu?" tanya Sano, santai. Dia pernah merasakan senyaman ini dengan beberapa orang, termasuk Fanny. Namun bersama Anne, jauh lebih nyaman. Entah mungkin karena pembawaan Anne juga, yang turut mempengaruhinya. "Nggak deh, Dok, aku mau istirahat saja di rumah. Tubuhku capek sekali, pengen tidur," jawab Anne tanpa menoleh ke pria di sampingnya. "Mau aku pesankan? Jaga-jaga kalau kamu merasa lapar nanti malam," tawar Sano melirik sebentar ke Anne. Jalanan cukup macet karena ini jam pulang kerja dan anak sekolah. Anne memiri

