Dinner Mate 48

2172 Kata

Sano sekarang sedang duduk melamun di kursi kerjanya. Pikirannya tertuju pada Anne. Dia memijat keningnya sambil menerawang. Padahal belum ada satu hari dia tidak bertemu dengan Anne, tapi rasanya benar-benar terasa seperti kuburan. Gelap, sepi dan tak berwarna. Tak ada yang bisa diajak pergi dinner, atau tak bisa melihat rona di pipi Anne yang tiba-tiba muncul padahal dia tidak sedang merayu. Hanya karena perlakuan kecil saja membuat wajah Anne memerah menggemaskan. Sano mengusap wajah kasar. He misses all of them a alot! Dan dia sudah seperti orang gila saat ini. Jika rindunya kemarin terbagi dua dengan kekhawatiran dan was-was yang membuatnya tak bisa fokus bekerja karena mengkhawatirkan apakah Anne baik-baik saja dan ada dimana. Sebab gadis itu mematikan telpon dan tidak menghubungin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN