Beberapa hari yang lalu... Fanny memang datang ke ruangan sang bibi. Tanpa dipersilahkan, dia langsung duduk saja di sofa panjang milik sang bibi. Sementara Jean menatap Fanny dengan kening berkerut, terlebih lagi melihat wajah sang ponakan yang sangat kecut bagaikan asam kandis. "Kamu kenapa?" tanya Jean, padahal tahu apa yang terjadi dengan sang ponakan. Fanny menoleh ke arah Jean, "Aunty, bisakah Aunty pecat Jihyo?" "Kenapa? Dan atas dasar kesalahan apa yang Jihyo perbuat?" tanya Jean balik. Karena dia lebih memilih mempertahankan Anne di perusahaan daripada memecat pegawai kesayangannya. "Aunty kan tahu sendiri, gara-gara Jihyo Mahen mempermalukan aku se-Indonesia." Mendadak Jean menaikkan satu alisnya, "Kamu menyalahkan Dokter Sano, padahal kamu sendiri yang pertama membuat keka

