“Mas Karim tidak apa-apa?” tanya Shifa hati-hati. Karim melihat ke arah Shifa yang masih tidak mengenakan sehelai benang pun, menyadari bahwa dia sepenuhnya kembali ke kenyataan. Tidak ada rasa nafsu berlebih seperti biasanya. “Kenakan pakaianmu. Aku juga harus mengenakan pakaianku,” jawab Karim. Mereka pun segera mencari pakaian mereka dan mengenakannya. “Apa yang terjadi?” tanya Karim saat mereka sekarang berada di ruang tengah. Shifa diam sejenak, mempertimbangkan apakah dia perlu berbicara tentang Syahid dan apa yang sebenarnya terjadi. “Apa yang saat ini Mas rasakan?” tanya Shifa balik. Karim menatap menyelidik ke arah praktikan yang telah merusak kehidupannya beberapa pekan terakhir ini. Hanya saja, Karim menyadari bahwa rasa nafsu itu telah pudar. Dia tidak ada rasa ingin menerka

