“Kamu terlihat sendu, Shifa,” komentar Yesaya. Cory yang berada di samping Shifa langsung menanggapi komentar Yesaya. “Sudah hampir sepekan dia seperti ini terus,” keluh Cory. Yesaya mengembuskan napas berat. Pria itu heran kenapa dalam timnya harus ada beberapa orang yang sangat merepotkan. Hanya saja, dia sadar bahwa Shifa sepertinya memiliki masalah pelik yang tidak mau dia ceritakan sampai detik ini. Satu hal yang Yesaya syukuri adalah intensitas ribut Cory dan Adit sudah jauh lebih rendah. Mungkin Nora banyak berperan dalam hal itu, tetapi Yesaya mensyukurinya. “Apa aku harus menganggapmu sakit lagi?” tanya Yesaya memancing reaksi dari Shifa. Shifa yang mendengar itu langsung terkejut tetapi hanya menggelengkan kepalanya. “Aku hanya sedang sedih. Aku tidak sakit,” jawab Shifa pela

