Bebi - 8

1054 Kata
Hari ini Bebi disewa oleh pengusaha kaya raya dari China. Kali ini Bebi akan menuju negeri Jiran itu untuk menjalankan pekerjaannya sebagai pacar kontrak. Nama lelaki yang menyewa Bebi adalah Hyuga. Seorang CEO dari Hyu Light Company, memiliki tinggi 185cm, berkulit putih dengan mata sipit dan selalu berpakaian rapi. Siapa sangka lelaki itu juga memimpin sebuah organisasi mafia yang terkenal di China. Hyuga menyewa Bebi untuk membatalkan pertunangannya bersama seorang wanita dari keluarga Naga Merah. Sebuah keluarga mafia yang juga memiliki wilayah di China. "Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menyewa Bebi?" tanya Bian. Mereka kini tengah berada di jet pribadi Hyuga menuju China. Bian secara pribadi menemani Bebi untuk melindunginya dati hal yang tidak diinginkan. Tentu saja karena Bebi akan berurusan dengan sebuah geng mafia. Akan berbahaya jika saat Bebi bekerja seseorang melukainya. "Dua minggu, setelah itu kalian akan ku antarkan kembali ke Indonesia," jelas Hyuga. Bebi hanya duduk berdiam diri, cewek itu sedang tidak mood untuk berbicara. Ia memilih untuk memejamkan mata selama perjalanan, dan membiarkan Bian bekerja dengan baik. "Baiklah, ingat perjanjian kontrak kerja kami! Jangan sampai aset kami terluka," ujar Bian mengingatkan. "Tentu saja, aku akan menjamin keselamatan kalian." Setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Akhirnya mereka sampai di sebuah bandara milik Hyuga. Mereka turun dari jet dan disambut oleh banyak lelaki berjas hitam. Hyuga memeluk Bebi dari samping lalu berjalan bersama. Sedangkan Bian mengikuti mereka dari belakang. Ketiganya masuk kedalam mobil Limosin berwarna hitam menuju rumah mewah milik Hyuga. Sampai dirumah, beberapa orang menatap tajam pada Hyuga dan Bebi. Mereka seerti tak suka dengan kehadiran Bebi disana. "Apa tidak apa-apa? Karena aku merasa ketakutan disini," bisik Bebi pada Hyuga. "Tenanglah sayang, mereka hanya bawahanku. Tidak akan ada yang berani menyentuhmu disini kecuali aku," jelas Hyuga. "Baiklah kalau begitu." Hyuga membawa Bebi menuju kamarnya untuk meletakkan barang bawaan mereka. "Kapan kita akan memulai drama ini?" tanya Bebi sembari merenggangkan tubuhnya. "Besok malam, sekarang kamu bisa beristirahat. Aku akan berada di ruang kerja jika kamu membutuhkanku," ujar Hyuga. "Tunggu, dimana kamar Bian?" tanya Bebi. "Temanmu ada di kamar tamu, tepatnya berjarak dua kamar dari kamar ini. Kamu bisa menemuinya disana," jelas Hyuga. "Baiklah, terima kasih." Hyuga keluar dari kamar itu. Sementara Bebi memutuskan untuk membersihkan dirinya dikamar mandi. Cewek itu merasa sangat lelah dengan perjalanan kali ini. Dia ingin segera terlelap setelah kegiatannya selesai. "Tampan, sayang mafia ... kehidupannya terlalu berbahaya untukku," gumam Bebi. Setelah dua puluh menit ia berada didalam akamr mandi. Akhirnya Bebi keluar dengan mengenakn handuk yang melingkar di bagian d**a hingga atas lututnya. Rambutnya yang masih basah tergerai panjang. Bebi berjalan mengambil bajunya yang ada didalam tas koper. Setelah selesai mengenakan baju tidur, Bebi naik keatas ranjang dan memejamkan matanya. Cewek itu tidak peduli dengan hal lain selain dirinya sendiri. CEKLEK Suara pintu membuat Bebi terkejut. Dia melihat Hyuga masuk begitu saja kedalam kamarnya. "Ada apa?" tanya Bebi. "Kamu sedang apa?" tanya Hyuga. "Aku lelah dan ingin tidur, apa ada masalah?" "Tidak, tetapi ... apa kau tidak lapar? Asisten rumahku sudah menyiapkan hidangan makan malam. Apa kau ingin melewatkannya?" ujar Hyuga. "Baiklah, aku akan makan sebelum tidur." Bebi turun dari atas ranjang, cewek itu hanya mengenakan lingeri yang memperlihatkan lekuk tubuh serta kulit putihnya. Bebi meraih jubah untuk menutupi tubuhnya dan berjalan mendekati Hyuga. "Ada apa?" tanya Bebi. "Temani aku malam ini," bisik Hyuga tepat ditelinga Bebi. Cewek itu mengangguk dan tersenyum pada Hyuga. Mereka berjalan bersama menuju meja makan yang berada dilantai satu. Bian sudah duduk di kursi meja makan. Wajahnya terlihat masam menatap Bebi yanh kini dengan manja menggandeng tangan Hyuga. "Jam berapa ini? Lu udah siap tempur aja sih!" gerutu Bian. Bebi terkekeh mendengar ucapan Bian. Sedangkan Hyuga hanya tersenyum didepan keduanya. Mereka duduk bersama disatu meja dan menyantap hidangan makan malam. Suasana nampak hening, hingga seorang wanita dengan mini dress berwarna merah datang. Wanita itu terlihat tak senang melihat Bebi yang duduk berdampingan dengan Hyuga. Dia berjalan mendekat dan hampir saja menampar Bebi jika Hyuga tak menahannya. "Sayang, apa yang kau lakukan bersama gadis jalang ini?" tanya wanita itu. "Dia kekasihku, apa ada masalah?" ujar Hyuga dengan santai. "T-tapi aku tunanganmu!" "Aku tak pernah setuju dengan perjodohan itu," jawab Hyuga. "Akan kupastikan jika besok kamu akan menjadi milikku, Hyuga!" celoteh wanita itu. "Jika sudah selesai pintu keluarnya ada disebelah sana." Wanita itu terlihat geram, dia memilih untuk pergi dari sana. "Namanya Ling, Mey Ling. Dialah yang akan di jodohkan denganku," jelas Hyuga pada kedua orang yang memang ingin menanyakan hal itu. Keduanya mengangguk mengerti, mereka melanjutkan kegiatan makan malmnya hingga selesai. "Boleh aku kembali ke kamar?" tanya Bebi. "Tentu saja, istirahatlah. Aku akan berbincang sebentar dengan temnmu," ujar Hyuga. Sepeninggal Bebi, Hyuga dan Bian kini tengah duduk disofa yang ada didalam ruang kerja Hyuga. Mereka tengah menikmati secangkir teh hangat dan sedikit berbasa basi. "Berapa tarif Bebi untuk bersetubuh?" tanya Hyuga. "Satu milyar rupiah untuk dua jam." "Baiklah, aku akan menyewa tubuh Bebi hingga esok pagi. Kau hitung sendiri dan beritahu aku jumlah yang harus dibayar." "Baiklah." Keduanya tersenyum menyeringai, sesama kaum lelaki tentu mereka tidak ada rasa malu mengungkap hal tabu. "Wanita itu terlihat sempurna, apa yang membuatmu tidak menerimanya?" tanya Bian tiba-tiba. "Kamu sudah melihat fisiknya, tetapi kamu tidk melihat isi hatinya. Wanita itu sangat kejm dalam menangani suatu masalah. Tentu ku sudah tau mengenai langkah apa yang akan dia ambil setelh ku tolak." "Apa maksudmu? Kamu sudah berjanji untuk tidak melukainya." "Aku akan menjamin keselamatannya, kau tenang saja." "Bebi adalah aset Pacar Kontrak, jika terjadi sesuatu padanya kami akan rugi puluhan milyar!" "Hahaha, aku tahu. Tenanglah," ucap Hyuga. Bian mencoba mengontrol emosinya, cowok satu itu memang sedikit sensitif jika menyangkut nyawa seseorang. Sementara Bebi yang berada dikamar sedang asik menatap layar ponselnya. Dia melihat profil Mey Ling di sosial media, dan mencoba mencari informasi tentang siapa wanita itu. "Cantik, kaya, kuat, dan menyeramkan. Wanita macam apa dia ini," gumam Bebi. Setelah puas melihat layar kecil ditangannya, Bebi menarik selimut dan mencoba untuk tidur. Namun, baru saja ia akan terlelap, sebuah tangan dengan lembut memeras payudaranya. "Akh," pekik Bebi saat remasan tangan itu terlalu keras. Bebi membuka mata dan mendapati Hyuga sudah bertelanjang sempurna disampingnya. "Ehm, ahh," desah Bebi. "Layani aku, Sayang!" ucap Hyuga dengan senyumnya. Bebi mengangguk mengerti, cewek itu langsung saja meraih kejantanan Hyuga yang sudah berdiri tegak. Tanpa rasa canggung Bebi mengulum kejantanan Hyuga yang besar dan panjang. "Ahhhh." 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN