“Maaf my love, begitu mommy bilang kamu diurus bubu, Abang enggak hubungi kamu, agar kamu enggak tanya Abang terus, sementara disini Abang urus masalah penanganan Arra,” Agra memeluk dan mengecup kening, hidup pipi dan terakhir bibir istrinya selintas. Dia bukan tak ingin memberi khabar pada Echa, tapi kasih khabar by phone saat kondisi seperti ini bisa bahaya bagi kandungan Echa. “Sekarang kondisinya seperti apa?” “Semoga ada harapan. Dia kritis,” bisik Agra sedih. Arri yang baru tiba histeris dan sekarang sedang ditenangkan Balveer dan Ningrum. “Kamu pulang dengan bubu ya, jangan lelah dan sakit, Abang sama Daddy disini sampai bisa pindahkan Arra ke rumah sakit kita, bahkan Abang bawa ambulance kita sendiri, mereka sudah on the way.” Saat ini sudah jam sembilan malam, mereka ada di

