“Kenapa malu? Itu makanan halal kok, terus juga belinya halal, kenapa kita malu?” ”Pada sok ya, pada malu makanan bau, tapi pada hal yang lebih bau pada suka.” “Seperti berselingkuh misalnya.” “Itu kan lebih bau, lebih busuk, tapi orang pada suka.” “Terus korupsi misalnya. Korupsi itu super kotor, terlebih yang dikorupsi uang rakyat kecil, sedang dia mobil berderet-deret. Rakyat kecil makan susah, mereka enggak malu kan menghisap harta rakyat kecil?” “Padahal mereka waktu menduduki jabatan itu sumpah pakai Al’quran loh atau pakai buku suci agamanya. Mereka enggak malu. Kenapa aku harus malu dengan makan jengkol?” ucap Arra menggebu. “Nah mulai deh, kalau sudah nyerempet-nyerempet begitu, enggak akan selesai tuh omongan. Paling keras soal begitu kalau ngobrol sama Kakak Agra dan Daddy

