Kella 3

1075 Kata
Sergio menaiki anak tangga. Ia melihat kamar sang putrinya ada sebuah papan bewarna hitam dan bertuliskan pengumuman. Sudah biasa bagi Sergio ketika Kella pengen menyendiri. Sergio pun melewati kamar putrinya. Ia menuju ruang kerjanya. Di dalam ruangan kerjanya sebuah poto besar terpampang sangat jelas. Poto perempuan yang ia sayangi tampak bahagia dengan putri kecilnya. Mutia dan Kella tampak saling tertawa. Sergio pun mengembangkan senyumannya. Sudah lama kematian sang Istri namun cinta masih terlihat jelas di hatinya. Cintanya untuk mutia tak akan pernah pudar. * * * * Tampak mobil sport hitam melaju kencang di jalan raya. Sang pengendara mobil pun tak memperdulikan u*****n kesal dari pengendara lain. Tampak mobil sport hitam memasuki hutan rimba dan hanya ada jalan untuk mobil saja. Mobil sport hitam memasuki hutan rimba jauh di dalam. Sehingga sampai lah di depan gerbang hitam besi yang menjulang tinggi. Ketika suara mobilnya sport milik Kella terdengar dengan gerakan cepat gerbang besi yang menjulang tinggi itupun terbuka lebar. Saat memasuki gerbang anggota Kella yang berada di luar sudah berbaris dan menyambut sang ketua dengan menunduk tak berani menatap manik mata sang ketua. Jika mengadakan rapat para anggota hanya menatap objek depan bukan menatap wajah kella. Menatap wajah kella sama saja mengantarkan dirinya ke neraka. Kella memasuki ruangannya di sambut hangat sama teman temannya yang menjaga markas. Teman temannya ini dulu suka dianiaya dengan kekerasan. Kella sangat tidak suka melihat perempuan di tindas maka dari itu Kella membawa mereka ke markas. "Pembunuhan berantai terjadi di desa tanjung hilir. Pelakunya sudah tertangkap. Ia menculik gadis masih sma dan diperkosa setelah puas ia melakukan mutilasi kepada korban. Ia bilang bahwa memutilasi korban merupakan hal yang menyenangkan," Qailla menyerahkan dokumen kepada Kella yang baru saja duduk di kursi kebesarannya. "Apa gue harus melacak pembunuhan bunda lo?" tanya Aulia yang mulai geram. Ia penasaran dengan pembunuh itu. Kella mengangkat jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. Ia tak mau ada yang ikut campur urusan keluarganya. Ia membiarkan pelaku hidup bahagia dulu setelah ia sidang nanti. Aulia mengangguk dan duduk di sofa sebelah Qailla. Qailla menyenggol lengan Aulia dan menatap Kella. "Kella, gue udah dapat salah satu pelaku pembunuhan di rumah lo. Pelaku itu diketahui yang memperkosa anak bi surti. Dia Stevan senford kebangsaan belanda. Sekarang ada di ruang eksekusi bersama Alya sedangkan pelaku di tanjung hilir di ruangan ujung bersama Syahira." Kella meletakkan dokumennya. Ia pergi ke ruang eksekusi. Sampai di lorong ruang eksekusi bau anyir melekat di hidungnya. Bagaimana tidak di 10 ruang eksekusi dan ruang ujung sudah 1392 korban yang dibunuh. Langkah kaki Kella membuat para penjaga ruang eksekusi yang bergurau kini menunduk dan diam. Sebenarnya Kella tidak marah mereka bercanda hanya saja mereka terlalu takut dengan Kella. Kella tak suka orang takut sama dirinya. Dirinya hanyalah gadis lemah saja. Penjaga pun membuka ruang eksekusi. Ia dapat melihat alya yang menyiksa pelaku p*********n dan pembunuhan di rumah Kella. Ctarr "Arrghhh." "Bagaimana jika gue potong punya lo yang udah berani memperkosa seorang gadis yang tak bersalah," Alya menunduk dan mensejejerkan badannya dengan Stevan. Stevan pun memegangi miliknya dan menggeleng. Alya langsung menepis tangan Stevan. Kella berbalik badan ketika Alya memotong milik Stevan suara jeritan Stevan membuat Alya tertawa sangat keras. Kella membalikkan badannya lagi. Alya benar benar memotong milik Stevan. "Alya!" panggil Kella. Alya pun menoleh dan langsung berdiri. Ia terkejut melihat ada Kella. Alya cengengesan melihat Kella. "Peregangan otot," Alya pun meregangkan otot tangannya. Kella menatap tajam alya. Alya menelan Saliva nya susah payah. Ia mengerjapkan matanya berkali kali. "Itu Kella. Tadi gue, cuman motong miliknya doang. Gue kan udah biasa motong burung laki laki," kata Alya. Kella mengangguk dan menunjuk pintu keluar. Alya pun keluar dengan mengelus dadanya. Huh selamat ya allah. Maafin Alya udah ngelihat burung orang sembarangan. Alya, nggak niat buruk kok cuman motong doang batin Alya. Alya pun keluar dari ruangan eksekusi. Ia bersandar di tembok. "Apa yang dilakukan si bos?" tanya penjaga. "Dikuliti, dipotong jarinya, di potong burungnya, dipenggal kepalanya dan di injak kepalanya hingga hancur kalo ngga hancur ya di pukul pakai besi," jelas Alya. Penjaga itupun bergidik ngeri dan menelan saliva nya yang terasa tercekik. "Ssstt diam," Alya dan penjaga itupun menempelkan telinganya di pintu eksekusi. Kella menyeter pria itu ke besi. Kella mulai memotong satu persatu jari Stevan dengan santai. Stevan menjerit kesakitan. Kella bahkan mengkuliti wajah Stevan setelah itu ia memberikan garam di wajah Stevan dan men staples wajah Stevan dengan tisu basah. Sakit? Jangan di tanya lagi. Luka yang terbuka jika terkena garam pedihnya luar biasa. Apalagi sampai di staples tuh muka setelah di kuliti. Kella membelah perut Stevan dan langsung menarik keluar isi perutnya. Stevan pun mati di tempat. Blashh Sekali tebas kepala Stevan terpisah dengan badannya. Kella pun menginjak kepala itu dan memukulnya dengan besi. Setelah kepala hancur dan isi tubuh Stevan keluar. Barulah Kella keluar ruangan. Alya dan penjaga yang mendengar langkah Kella mendekat pun menjauhi telinganya dan berdiri tegap. Kella keluar ruang eksekusi langsung menuju ruang ujung eksekusi menemui Syahira. Alya pun berlari setelah melambaikan tangannya ke penjaga ruangan tadi. Ia mengejar Kella ke ruang ujung. Sama seperti yang pertama. Kella pun mulai mengkuliti pria itu dengan sadis. * * * * Kella keluar dari kamar mandi setelah selesai mengeksekusi 2 pelaku kejahatan. Ia membersihkan badannya yang terkena cipratan darah. "Syahira ada anggota baru. Cek dia dan latih dia," ucap Kella. "Siap boss," Syahira pun keluar dari ruangannya. "Gue balik," pamit Kella kepada teman temannya. Kella mau berbicara ketika moodnya sedang bagus. Kalo lagi jelek jangankan ngomong. Lo ngomong aja nggak bakalan di tanggapin Kella malah nyelonong pergi. * * * * Kella pun berhasil memanjat jendela kamarnya. Ia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur yang ia pakai tadi. Kella membuka pintu kamarnya dan di knop pintu tergantung seragam sekolahnya ia pun mengambil seragam itu dan kembali masuk ke kamarnya dan tidur setelah mengambil papan pengumuman di depan kamarnya. Marsya membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Ia meneguk air mineral itu hingga setengah. Marsya kembali mengambil ponselnya di meja pantri. Ternyata ia sedang menelepon seseorang. "Iya, aku tau." "Gimana kampus baru kamu? Bagus nggak?" "Bagus banget aku suka. Oh iya anniv 2 tahun kita kamu kesini kan?" "Iya, aku kesana. Lagian apartemen aku nggak jauh dari komplek kamu." "Yaudah aku tutup bye sayang." Marsya pun mematikan ponselnya. Ia membawa sebotol air mineral ke kamarnya. Saat sampai di depan kamar Kella ternyata seragam yang ia letakkan di knop pintu sudah tak ada. Marsya pun memutar knop pintu kamar Kella. Ternyata Kella sudah tertidur. "Sudah tidur toh ternyata." Marsya kembali menutup kamar Kella dan kembali ke kamarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN