Hari ini adalah hari dimana Kella masuk ke sekolah barunya di jakarta. Kella memakan sarapannya dengan tenang. Ayahnya sudah pergi.
"Udah selesai sarapannya?" tanya Marsya yang baru menuruni anak tangga dengan totebag nya.
Kella mengangguk dan menghabiskan segelas s**u nya. Setelah itu ia mengikuti langkah Marsya. Tampak jalanan begitu ramai di pagi hari ini.
Sekolah barunya Kella masuk jam 8 dan ini baru jam 6.45 yang berarti masih ada 1 jam lebih.
Kella tampak sibuk dengan pikirannya. Marsya pun begitu lebih fokus menyetir. Keadaan di dalam mobil hening tak ada yang membuka suara.
Mobil Marsya pun berhenti di Sekolah SMA megah di jakarta. Tampak Kella memperhatikan sekolah barunya lewat jendela mobil.
"Baguskan sekolahnya?" tanya Marsya tampak kella mengangguk.
Kella pun menyodorkan tangannya meminta untuk bersalam. Kella mencium tangan Marsya. Sebelum Kella turun Marsya pun membuka suaranya.
"Belum mau ngomong lagi sama kakak?" tanya Marsya dengan menaikkan satu alisnya.
Kella memandangi Marsya dan tersenyum setelah itu ia keluar dari mobil. Marsya hanya membanting stir saja. Senyuman Kella sangat manis. Wajah Kella sangar tetapi ketika ia senyum bisa membuat orang orang klepek klepek.
Marsya tak mempersalahkan Kella yang tidak mau bicara dengannya satu senyuman saja sudah cukup bagi Marsya. Perlahan lahan Kella akan mau bicara sama dirinya.
Kella memperhatikan sekolahnya. Ia berdiri di depan gerbang. Tampak murid di sekolah BIMA SAKTI berdatangan. Ia pun melangkahkan kakinya masuk ke sekolah barunya.
Suara riuh pun mulai terdengar di telinganya. Murid murid di sekolah ini begitu banyak. Selain besar sekolah ini memiliki 7 lantai.
"Wah dia anak baru ya."
"Cantik ya. Tapi kok ekspresinya datar aja."
"Datar aja cantik apalagi senyum."
"Hooh. Mungkin dia belum terbiasa sama kita. Kan dia murid baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman baru."
"Wah masuk kemana nih. Handefy cs atau amel cs."
Kella tak memperdulikan omongan omongan warga sekolah barunya mengenai dirinya. Ia pun memandang sekolah barunya bermacam macam murid di sekolah barunya itu.
"KALIAN BERBARIS. GUE SANG RATU KECANTIKAN DI SEKOLAH BIMA SAKTI INI MENGADAKAN AJANG PENCARIAN PACAR BUAT NGEDATE BARENG GUE MALAM INI JUGA!" NISA AZURRA SIREGAR memiliki wajah cantik serta anak yang periang. Selalu mengadakan ajang pencarian pacar memilih 3 hal yaitu ganteng, tampan, dan handsome. Bercita cita memiliki hati Gilang. Jangan lupakan ia adalah si toa dan suara cempreng.
Tampak murid laki laki berbaris di depan Nisa. Berbagai macam murid laki laki. Dari yang kutu buku, kacamata besar, gendut, cangkring, i***t, dan sok ganteng. Ngga ada yang waras sama sekali.
"Disini gue milih 3 hal. Kalian harus masuk kriteria gue ganteng, tampan, handsome. Jika tidak memiliki ketiganya Silahkan mundur!"
Nisa pun melangkah maju memilih lelaki itu. Namun, tak ada yang bisa ia harapkan sekali. Kenapa tak ada yang mirip dengan yang dirinya inginkan sih!
Nisa memilih dan terus memilih.
Semuanya sangat hancur dan yang terakhir adalah paling ganteng.
Nisa tersenyum sumringah saat melihat lelaki tampan dengan gaya coolnya. Lelaki itu menaik turunkan alisnya.
"Ini gue mau," ucap Nisa.
"Tapi, gue nggak mau!" Gilang pergi dari hadapan Nisa.
"Dasar Gilangggg!" kesal Nisa.
Kella hanya memutar bola matanya malas. Memang ada ajang pencarian pacar di sekolah ini.
Di koridor sekolah bima sakti tampak gadis berlari di koridor dengan memegang coklat di tangannya, rambut di ikat dua dan dengan ikat rambut karakter coklat, kaos kaki karakter coklat dan tak lupa gelang tangan karakter coklat dia adalah LAILY NAIARA PUTRI.
"Ada murid baru," ucap Laily yang berhadapan dengan Nisa.
"Mana?" Tanya HANDEFY RAHMADANI yang baru datang dan meletakkan tangannya di bahu Nisa.
"Tuh," tunjuk Laily dengan coklat di tangannya.
"Laily bisa nggak sehari aja nggak makan coklat," kesal Nisa.
"Nisa harus coba. Coklat Lily enak lo. Ini dibeliin Mami waktu ke prancis," Laily menyodorkan coklatnya.
"Ngga usah!" Ketus Nisa membuat Laily mencebikkan bibirnya.
Kella memutar bola matanya malas. Ia di pandang oleh ketiga orang tadi. Kella pun berjalan di koridor sekolahnya mencari ruangan kepala sekolah.
Di tengah perjalanan ia di hadang oleh Nisa dan teman temannya. Nisa menghadang Kella dengan tangan kiri yang ia sampingkan. Kella pun memberhentikan langkahnya dan memandangi ketiganya.
"Waitsss. Murid baru. Ngapain lo mandangin gue hah!" teriak Nisa di depan muka Kella. Kella memundurkan kepala Nisa dengan jari telunjukknya yang ia tempelkan di dahi Nisa.
"Wah berani nih bocah dengan gue," Nisa mengambil ancang ancang untuk adu jotos dengan Kella. Kella menatap tajam Nisa membuat nyali Nisa menciut.
"Wah lihat tatapannya tajam. Lo pikir gue berani sama lo. Pegang tangan gue. Tahan tangan gue," suruh nisa.
Laily dan Handefy memutar bola matanya malas. Takut tapi sok sok an ngelawan dasar Nisa.
"Kalo takut jangan sok sok an mau ngelawan," Handefy menoyor kepala Nisa.
"Maafin katak s***p ya," ucap Handefy tak enak.
"Ngatain gue lo?" Nisa menatap tajam Handefy.
"Engga. Lo aja yang baperan," acuh Handefy.
"Btw, lo mau ke mana?" Tanya Laily dengan polosnya. Seketika ia mendapatkan hadiah jitakan dari Handefy.
"Anak baru ya pastinya mau ke ruang kepsek lah nanyain kelas," kesal Handefy.
Kella sedari tadi memperhatikan perdebatan ketiganya. Tampak Nisa tersenyum ke arah kella. Kella pun kembali berjalan lagi lagi jalannya di hadang oleh Amel cs. Ketiganya yang berdebat tadi seketika menjadi diam.
Amel cs ini dulunya adalah teman handefy cs yang sekarang geng mereka pecah jadi dua dan berbeda pendapat terus menerus hingga jadi musuh.
Cuman laily dan ara yang kadang waras. GARIS BAWAHI KADANG WARAS.
"Woy anak baru. Ngapain lo kesini?" Amelia fitriani.
"Ya mau sekolah lah mel. Iya nggak?" Ara mayasari. Ia pun menyengir lebar.
"Wah ara pandai bisa jawab," puji Laily sambil bertepuk tangan membuat Ara juga ikut bertepuk tangan dan membisikkan kepada laily bilang makasih.
"Saudari ketemu dah," Devi sri ananda.
Sekolah barunya memang seperti ini apa gimana. Perasaan Kella dari tadi di hadang mulu dah. Kella ya pastinya memperlihatkan wajah datarnya.
"Jawab dong kalo kita nanya!" bentak Amel.
"Woy kalo ngomong santuy bisa kan!" cerocos Nisa.
"Gue ngomong sama anak baru bukan sama anak kutil!" sinis Amel.
"Wah wah nggak bisa dibiarin nih!" kesal Nisa.
"Apa lo ngga terima!"
"Iya gue nggak terima kenapa?!"
"Bilangin sama teman laily ngga usah ikut campur," ujar Ara kepada Laily.
"Teman Ara tuh yang rese," Tunjuk Laily ke Amel.
"Ngga usah nunjuk nunjuk," Putri amilya.
Dan terjadilah perdebatan antara kedua geng yang tak pernah akur. Pernah akur palingan suasana hati lagi bagus bagusnya doang.
Handefy yang melihat perdebatan itu pun menyeret Kella pergi dan menunjukkan ruangan kepsek kepada Kella.
"Lo tuh," tunjuk Nisa.
"Tinggal kita berdua Nisa. Handefy nya pergi. Dia berempat. Yang ada kalah kita," bisik Laily. Seketika Nisa pun baru sadar.
"Lo takut sama mereka. Hahaha yaudah kita lari sama sama," bisik Nisa.
"Ngapain lo bisik bisik. Lo takut karna tinggal berdua doang," seru Putri.
"Siapa takut? Gue? Hahaha? Gue takut di bilangnya Laily. KABUR!!!" Nisa dan Laily pun kabur.
"Woyyy!!!" Tampak Amel dkk mengejar Nisa dan Laily yang berlari masuk ke dalam kelasnya dan menutup pintu kelasnya.
Brakk
Brakk
Tampak pintu kelas di gedor dengan kencang. Laily dan Nisa sudah mengunci pintu kelasnya.
"Woy buka ngga lo!" teriak Amel.
"Belum bedug maghrib," teriak Nisa.
"Minta maaf sekarang sama kita kita!" cerca Devi.
"Entar lebaran gue minta maaf. Sekarang belum lebaran!"
"Lily. Ara, ada coklat banyak loh di rumah. Lily mau minta maaf ngga sama Ara?" Ucap Ara di balik pintu.
"Wah ara banyak cokelat ya. Lily, mau dong. Lily minta maaf ya ara."
"Iya ara maafin," Ucapan mereka berdua di hadiahi jitakan. Laily di jitak sama Nisa dan Ara dijitak sama Putri.
"g****k ngga usah kelewatan!" geram Putri.
"Kalo kelewatan mutar balik bisakan?" Tanya Ara kelewat polosnya.
"ARA!!!" pekik Putri, Amel dan Devi yang kesal sama Ara. Ara hanya menunjukkan deretan giginya saja.