Kella 9

1118 Kata
Alby cs pun menghampiri meja Kella cs. Nisa menegakkan duduknya ia membenarkan rambutnya sedikit agar terlihat cantik di depan Gilang. "Hay, calon bini," sapa Alby kepada Kella. Kella hanya mendelik Alby dan kembali ke ponselnya. Alby yang tak mendapat respon dari Kella pun duduk di sebelah Kella dan sedikit merapatkan badannya. Kella menggeser badannya. "Baca w*****d?" Alby melihat ponsel Kella. Kella sedang membaca w*****d kesukaannya. "Oh, iya Kella. Kella! Kella!" Baru saja Alby ingin berbicara sama Kella. Kella sudah pergi meninggalkan kantin. Alby tidak menyerah ia terus terusan saja mengejar Kella. Nisa tersenyum ke arah Gilang. Gilang mengedipkan matanya membuat Nisa jingkrak jingkrak kesenangan. Handefy bergidik ngeri melihat Nisa yang tidak ada urat malu nya lagi. "Gilang, ntar malam lo ada acara nggak?" tanya Nisa. "Enggak. Kenapa?" "Jalan bareng gue yuk." "Gue jemput jam 7 malam." Gilang pun pergi dari hadapan Nisa. Membuat Nisa kesenangan. Akhirnya ajakan yang ke 99 kali di terima juga. Rekor yang sangat Nisa sukai. Kenan pun ikut pergi bersama Gilang. Jovan menarik tangan Laily keluar dari kantin. "Lah lah kok Laily di bawa Jovan sih. Kan gue juga mau di bawa Gilang ke pelaminan," terlalu dramatis bagi Handefy melihat Nisa seperti itu. Handefy meninggalkan Nisa sendirian di kantin. Nisa yang sadar pun mengejar Handefy dengan meneriaki nama Handefy. "Ish, Jovan. Laily mau dibawa kemana. Laily, bukan kambing peliharaan Jovan ya yang ditarik tarik kayak gini," gerutu Laily kesal. "Laily. Bisa diam kan. Sekali aja kita romantis kayak yang laen." "Yang laen? Perasaan teman Laily nggak punya pacar semua deh. Lebih tepatnya jomblo hihi. Oh iya Jovan. Bilangin dong sama Gilang balas perasaan Nisa. Kasian tau setiap minggu selalu mengadakan ajang pencarian pacar." Jovan pun menyuruh Laily duduk di bangku taman sekolah. Jovan hanya mendengarkan ocehan dari Laily. Laily memang kekanak kanakan. Tetapi, dibalik sifat itu Laily adalah gadis cerdas dan pasti nya dewasa melebihi Handefy menurut Jovan. "Laily. Aja nih ya sampe capek tau nggak. Ngumpulin cowok cowok buat Nisa. Biasa nya Laily comblangin ke teman dekat Laily. Tapi, Nisa bilang nggak cocok. Oh, iya Laily baru ingat tadi itu ajakan nisa ke 99 kali loh yang akhirnya di terima sama Gilang." Laily menepuk jidatnya lupa. Ia kembali menceritakan Nisa. Ia tampak senang karna akhirnya ajakan Nisa yang ke 99 kali tidak di tolak. "Laily bisa nggak sekarang lo nggak ngomongin orang lagi?" Laily mengangguk dengan cepat. "Bisa," jawabnya cepat. "Sekarang mau ngomong apa?" tanya Laily. "Gue suka sama lo." Laily terkejut dengan pengungkapan Jovan. Laily mengerjapkan matanya berkali kali. Apa yang dibicarakan Jovan ini benar. Laily tertawa ngakak membuat Jovan heran. "Ada yang salah?" Laily menggeleng. "Nih yah Jovan. Semua orang itu pasti pernah suka sama orang lain. Suka itu banyak. Bisa suka dalam pertemanan, suka dalam persahabatan, suka dalam mengagumi, suka da..." "Gue suka sama lo dalam artian ingin lo jadi pacar gue." Laily berhenti berbicara. Jovan memajukan wajahnya ketika berucap seperti tadi. Laily pun pergi dari hadapan Jovan. Jovan hanya bisa tertawa kecil saja melihat wajah Laily memerah seperti kepiting rebus. Lo unik. Gue nggak bisa nahan perasaan gue sama lo. Gue jatuh cinta Laily batin Jovan. * * * * Alby terus saja berusaha mengejar Kella. Kella tak memperdulikan teriakan Alby yang memanggil namanya. Alby yang kesal pun menarik tangan Kella di lorong koridor yang kosong. Ia mengunci tubuh Kella dengan kedua tangannya. Kini Kella bisa merasakan deru napas Alby yang seperti marathon karna mengejar dirinya yang jalan laju. "Lo nggak bisa dengar panggilan gue." "...." Kella tak menjawab. Ia terpanah dengan manik mata Alby yang menatapnya lembut. Tak pernah ada laki laki yang menatap dirinya seperti ini. Hanya Ayahnya saja yang menatapnya seperti ini. Kella sangat menjaga dirinya dari laki laki manapun. Ia takut menjadi seperti Ibunya. Makanya Kella hanya dekat sama Ayahnya saja. Saat sekolah di luar negeri pun ia tidak pernah bicara sama siapapun. Makanya Kella selalu di kucilkan. "Mata lo indah," puji Alby. "Diri lo yang selalu bikin gue penasaran. Bagaimana pun gue akan buat lo tersenyum di depan gue dan bikin lo bisa bicara lagi kayak di pantai kemarin." Bisu. Kella seperti tidak bisa bicara. Ia ingin sekali mengeluarkan makian di mulutnya untuk Alby. Namun lidahnya terasa kaku dan hanya bisa diam saja. "Lo cuman milik gue, kella. Calon bini." Cup Kella melotokan matanya ketika Alby mengecup keningnya dengan sayang. Kella yang kaget pun langsung menendang senjata abi di bawah membuat Alby meringis. Kella berlari masuk ke dalam kelasnya. "Awww gila tuh si Kella. Di romantisin malah aww adek gue di tendang," ringis Alby. * * * * Kella pun memasuki markasnya. Ia sepulang sekolah langsung ke markas karna kalo udah pulang ke rumah sangat susah sekali ke markas. Lagian Ayahnya ada di rumah lagi nggak ada tugas apapun. Kella memasuki ruangannya. "Gimana?" tanya nya sambil duduk di kursinya dan berhadapan dengan komputer. Syahira dan Adinda kaget kedatangan Kella. Karna suara langkah kaki Kella dan decitan pintu saja tidak ada. Syahira dan Adinda mengusap dadanya kaget. "Alya, Aulia dan Qailla menyusun rencana untuk pemblokkan bank jika kita terjebak di antara kepungan polisi. Zidan dan Bimo membantu mafia GONCAUEN dalam melawan mafia baru." Kella manggut manggut ngerti. Di laptopnya tertulis nama Alby cirrilo. Entah mengapa ia sangat ingin tahu keluarga Alby. Alby cirrilo anak dari Auralia cirrilo dan Fedrik cirrilo mempunyai kakak bernama Amiliya cirrilo merupakan teman karib Marsya wulandari. Fedrik meninggal karna sebuah insiden kecelakaan yang di buat. Mayatnya palsu. Seseorang telah memalsukan mayat Fedrik sehingga keluarga nya percaya bahwa itu Fedrik. Ketika sampai di rumah duka wajah mayat palsu Fedrik sengaja dibikin hancur agar wajah Fedrik tidak jelas. "Wow, menakjubkan," puji Kella. "Private," gumam Kella. Kella pun memblokir situs yang bertuliskan PRIVATE. Hanya butuh waktu sebentar saja kella membuka semua kedok sang pembunuh yang memalsukan kecelakaan Fedrik. Kecelakaan Fedrik ada bohong semata. Selama ini Fedrik ada di laboratorium. Fedrik di bekukan dan diketahui hari ini adalah pemulihan pembekukan Fedrik. Fedrik masih hidup. Fedrik di asingkan di sebuah pulau kecil tak berpenghuni sama sekali. Ia berada di ruang bawah tanah. "Jadi selama ini?" "Dia." Kella kaget melihat siapa yang memalsukan kematian ayah Alby. Wajah penjahat itu sama seperti wajah orang yang telah membunuh dan memperkosa Ibunya. Mata Kella memanas. Kilatan kebencian kembali lagi di matanya. Ia menggenggam erat tangannya hingga biru. Entah apa mau orang ini. Disana tidak ada tertulis nama hanya sebuah foto sang penjahat saja. Syahira dan Adinda terdiam. Bulu kuduknya merinding karna tatapan dari Kella yang memandang laptop. Adinda dan Syahira pun keluar sebelum jadi bahan amukan oleh Kella. Ia keluar secara diam diam. "ANJING!" Kella melempar laptopnya. Prang Prang Kella melempar barang barang yang ada di depannya. Kella pun terduduk di lantai dengan memeluk lututnya. Ia kembali menangis ketika mengingat pembunuhan dan p*********n ibunya di depan matanya sendiri. Ia tidak suka melihat laki laki menyiksa perempuan. Ia benci itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN