Kella 49

1051 Kata

Gilang berdiri sambil memegangi perutnya yang sakit akibat di tendang. Nisa menangis melihat Gilang. Gilang tersenyum dan berbicara seolah dirinya baik baik saja. "Silahkan kamu pergi! Sebelum saya buat lebih parah dari ini!" "Aku pulang dulu Nisa," pamitnya. Laily mencebikkan bibirnya. Kasihan melihat Gilang. Gilang menaiki motornya dan mengendarai keluar gerbang. Gerbang yang terbuka lebar pun kini tertutup rapat. Panji melepaskan pergelangan tangan anaknya. Nisa menatap papa nya nyalang. Ia benci ini semua. Di kekang seperti ini. Dan melukai orang yang ia sayang. "Nisa benci papa!" bentaknya dan memilih masuk ke dalam rumah. "Nisaaa!" teriak Panji dan mengejar Nisa. Nisa yang menaiki tangga pun menoleh kebelakang. "Apa lagi? Hiks. Papa emang nggak mau ngelihat nisa bahagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN