Kella 48

1130 Kata

Laily memarkirkan mobilnya. Ia pun langsung masuk ke kamar nya dan mengganti pakaian. Laily berinisiatif melihat Nisa terlebih dahulu. Raut wajah gadis itu tampak kesal dan duduk di tepi ranjang. Laily pun mendekati Nisa. "Papa marah ya?" Nisa manggut manggut saja sebagai jawabannya. "Nanyain Laily?" Nisa kembali manggut lagi. "Ngusir Gilang?" Nisa manggut manggut lagi. "Berantem enggak?" Nisa menggeleng. "LAILYYYY!!" Panji memanggil Laily. Laily langsung keluar dari kamar Nisa dan lari terbirit b***t menuju ke bawah. "Ada apa om?" tanya Laily saat berhadapan dengan Panji. "Panggil saya papa. Kenapa tadi nggak pulang sama Nisa?" Aduh mati dah gue. Laily menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Panji memandangi Laily dengan satu alis terangkat. "Laily." "Itu pa. Duh gimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN