Tunggu... Rangga? Karina menatap punggung itu. Ini si dokter Rangga itu? "Rasa kangen kamu itu mempermalukan aku," ujar Agus. "Sudahlah, lebih baik kita berpisah. Aku sudah tidak mau berhubungan dengan kamu lagi." "Kamu... kamu nggak sayang aku lagi?" isak Irene. Agus menatap muak Irene, benci senjata andalan perempuan yang tidak memperhatikan tempat. "Jangan menghubungi aku lagi." "Rangga!" Irene menahan lengan Agus. "Aku sayang kamu Rangga, kamu gak sayang aku? Apa baiknya sih aku sama dokter hewan itu?" "Ini gak ada kaitannya dengan dokter hewan buluk itu, aku bahkan tidak hapal namanya," kata Agus. "Karina. Dokter hewan Karina!" Agus dan Irene menoleh, Karina melipat ke dua tangan di depan sambil menatap tajam mereka berdua. Karina menarik napas dan membuangnya perlahan, ia su

