Karina dan penjaga Eka menoleh ke belakang. Ditya berdiri di belakang sambil mengerutkan kening dengan tatapan heran. "Mas!" Karina berdiri dan menepuk-nepuk p****t dari debu. "Sudah selesai periksanya?" Ditya menggeleng. "Belum." "Oh." Karina menundukan kepalanya dengan kecewa, dia ingin pulang sekarang. Malas ditanya. "Aku dapat telepon dari Reina." Karina mengangkat kepalanya. "Mbak Reina? Kapan pulang?" tanyanya dengan tatapan penuh harap. "Kamu mau nggak ke Kalimantan?" Ditya mengabaikan pertanyaan Karina dan malah balik bertanya. "Kalimantan?" "Ini untuk meredakan semua berita, lebih baik kamu di Kalimantan dulu. Masalah program TV, aku sudah bicara dengan produsernya tadi pagi. Aku yang akan menggantikan kamu." Ditya mengangkat tangannya untuk menghentikan bantahan Karina.

