"Pergi ke kantor dokter Karina dan minta maaf!" kata Andre di depan putranya. "Jika kamu tidak melakukan itu, jangan harap bisa pulang ke rumah." Agus mengangkat kepalanya. "Ayah..." rengeknya. "Ayah tahu, kalau di luar sana para perempuan yang kamu sakiti masih gagal move on bahkan nekat masuk ke dalam apartemen bukan?" Andre tersenyum licik. "Tempat teraman kamu hanya dua, yaitu tempat kerja dan rumah ini!" Agus menghela napas. Dalam hatinya bertanya-tanya kenapa Ayah bisa tahu informasi itu? "Kamu pasti bingung bukan, kenapa Ayah bisa tahu? Kamu kira hanya karena si tua ini di rumah dan peternakan, tidak tahu semua aktifitas semua anak-anak?" tanya Andre. "Ayah bisa diam dengan kelakuan kamu selama ini TAPI..." Andre menekan kata 'tapi' Agus diam menunggu dengan perasaan khawatir,

