Acara makan malam akan berlangsung begitu formal dan Ruis sudah siap dengan setelannya yang mahal sedangkan Sekar mengenakan pakaian yang bisa mengimbangi suaminya. Gaun malam buatan perancang busana pilihan Ruis tentunya. Kehamilan yang nyaman menjadi prioritas utama Ruis. Potongan sederhana berbahan sutra yang lembut dan longgar berwarna krem sangat indah dipandang mata. “Sudah, Sayang?” tanya Ruis begitu Sekar mencapai mobil yang di dalamnya Ruis telah duduk santai. “Apa kamu bosan menunggu lama?” Sekar menaiki mobil dengan perlahan, dibantu Ruis dari dalam mobil dengan sedikit menarik tangan dengan kelembutan. “Apa mereka cerewet padamu?” goda Ruis yang kini mengetahui mengapa Sekar bisa membutuhkan waktu lama untuk berdandan. Bukan penampilan kasual seperti biasanya. Penata rambu

