Sekar menundukkan kepalanya, tidak ingin mendengar lebih jauh apa yang dikatakan Hasan padanya. Seperti disambar petir, ketika pria yang selama ini dianggapnya penyelamat, nyatanya penyebab utama masalahnya. Entah mengapa hatinya lebih sakit dari apa yang dirasakannya terhadap pengkhianatan Hasan. Lebih membuatnya ingin menangis padahal dulu saat ditinggalkan Hasan, dia mampu menahannya. “Ruis yang membuatku seperti ini. Dan kau lihat, dia memberikan banyak uang dan aset kekayaannya dengan syarat aku tetap mati dan tidak boleh menemuimu. Dia membungkam mulutku agar tetap diam dan tidak memberitahu apa yang diperbuatnya pada hubungan kita.” Hasan mengatakan apa yang ada di kepalanya. Tidak peduli ketika kini Sekar menangis terisak duduk bersimpuh di lantai. Keinginan untuk menghancurkan R

