"Semua sudah siap?" Ruis memastikan apa yang dipersiapkan untuk menemui Hasan sudah sempurna. Tidak ada yang boleh tercecer apalagi sampai pria itu tahu berapa banyak saham atas nama Ruista yang dilimpahkan kepada Hasan. “Sudah siap, Tuan.” Alli menjawab tegas. “Mereka hanya tahu kalau sudah mengikuti rapat pemegang saham yang akan dilakukan besok pagi.” “Okay, kita berangkat sekarang.” Alli memberikan isyarat kepada pengawal bawahan yang bertugas menjadi sopir lalu membuka pintu untuk Ruis di bagian belakang. Mereka akan menuju ke Bar Under ground yang terletak dua puluh lima kilometer arah barat daya yang berbatasan dengan Kota Wises Town. Dia tidak mau menunda waktu karena semakin cepat ini dilakukan, Ruis berharap urusannya dengan Hasan bisa segera selesai, atau malah mencapai ba

