Ruis mengenal Franco sejak pria itu tidak memiliki apa pun kecuali otak brilian dan tubuh kuat yang siap kapan saja untuk bekerja. Pria itu sangat bisa dipercaya, dan itu modalnya menjadi orang sukses. “Butuh untuk memutuskan aliran dana dari beberapa genk di dalam kuasamu. Aliran dana yang tidak diketahui jaringan resmi kelompok kita.” “Ini pasti ada kaitannya dengan Hasan,” sebut Franco pelan. “Kau cepat tanggap,” puji Ruis tersenyum miring. “Kau jelas tahu, sebagian besar dana itu diperoleh dari Genk Kobra, tapi ada beberapa masalah dalam perjalanannya,” ungkap Franco lagi dengan mata menyipit penuh misteri. Kening Ruis berkerut hingga alisnya menyatu, ia merasa sangat penasaran, apa yang dimaksud Franco. Pengkhianatan atau apa yang sedang dihadapi oleh kedua belah pihak. Namun, te

