Sekar memperhatikan sejenak bungkusan yang dikirimkan pelayan rumah ke kamarnya. Sejak pagi ia hanya bermalas-malasan. Tidak ada keinginan untuk pergi ke mana pun. Sangat berbeda ketika Ruis melarangnya, terdapat gelombang penasaran dalam dirinya. “Pangeran Ruista yang tampan.” Sekar menyebutkan nama pengirim yang tertera di atasnya. Wajah Sekar merah merona karena tersipu, senyumnya tersungging malu seperti tengah digoda Ruis habis-habisan. Pria itu sudah berangkat bekerja, sedangkan dirinya masih di rumah untuk bersantai. Sekar membuka pita ungu muda yang digunakan untuk mengikat tutup kotak persegi panjang itu. Seraya duduk di sofa kamar, Sekar pun membuka kadonya dengan hati senang. Terdapat kertas putih pucat yang menutupi bagian atas, secarik kertas berwarna merah muda kini menjad

