Sekar memaksa Charla agar mau dibantu menyiapkan irisan bawang bombay. Ingat bagaimana cara ibunya di rumah memasak makanan favoritnya ini membuat Sekar tampak cekatan. Tidak seperti para calon ibu yang membenci bau bawang, Sekar tampak biasa saja. “Kau bisa menunggu di sana, Sekar,” kata perempuan berwajah keturunan Chinese itu tersenyum ramah. “Nanti kamu lelah.” “Lagipula kita tidak memintanya melakukan ini untukmu, kenapa kau harus repot membantunya?” celoteh Sakha pada Sekar. Pria itu baru keluar dari ruangan belakang tempatnya tinggal menuju dapur di mana Charla dan Sekar sibuk memasak. “Kenapa kamu jadi kejam begitu, sih?” sungut Sekar pada sikap Sakha yang sangat tidak menyenangkan. Sekar tahu, ini hanya urusan antara pria itu dan Charla, tapi melihat hal itu, rasanya Sekar ing

