Bab 33 Wajah laki-laki itu langsung berubah kesal saat ia mendengar keputusan yang dibuat pemilik rumah yang ditinggalinya itu untuk sang anak. “Lo yakin ngebiarin Hana nge-kost sendirian lagi?” Marco yang berada di samping June sambil menyalakan laptopnya di meja makan pun mengangguk. “Gue nggak mau membatasi Hana. Dia kelihatannya bertekad banget buat nge-kost lagi.” “Lo nggak curiga?” tanya June. “Dengan Hana yang penuh tekad itu berarti ada yang dia mau lakuin ketika nggak tinggal lagi di sini, pas tinggal nge-kost nanti.” Marco menatap June sejenak. “Udahlah, June ... nggak perlu negatife thinking ke Hana. Gue juga udah cukup senang sih sama kemajuan hubungan gue sama Hana setelah dia tinggal di rumah ini. Dia bisa manggil gue Papa, padahal gue dan Hana tadinya benar-benar lebih m

