Keinginan untuk Berpisah Hana terdiam di tempatnya duduk. Dalam dekapannya sang putra sedang menikmati s**u asi dari dalam botol dotnya. Gadis itu terdiam sambil sesekali melihat jam di ruang tengah yang sudah menunjuk pukul 22.00 malam. Mas June belum juga pulang! Itulah hal yang dipikirkannya. Hana mendesah lega saat mendengar suara pintu yang terbuka. Langkah kaki yang besar menandakan bahwa ada seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah yang ditempatinya sejak menikah dengan sang suami, June. “Selamat malam. Ayahnya Ditto pulang nih!” kata June dengan senyum lebarnya. Ia senang bisa melihat kembali dua orang yang dicintainya dan menyedot semua perhatiannya setelah lelah seharian bekerja dan keluyuran mengurusi kliennya dari satu tempat ke tempat yang lain. “Ditto udah tidur, Sa

