Bab 41 Siasat untuk Bertemu Hana Baru saja ke luar kamar, Marco mencium bau tumis. Ia merasa aneh karena khawatir June berhasil masuk ke rumahnya. Namun, ia merasa sangat lega saat melihat ke dapur. Marco mendesah lega karena mendapati Hana-lah yang sedang memasak. “Kamu masak apa, Han?” tanya Marco pada putrinya yang sedang memegang spatula kayu. “Suwir ayam kecap pedas, Pa. Tadi aku udah masak nasi juga di ricecooker. Papa sarapan dulu ya?” Marco memperhatikan Hana sebentar lalu mengangguk. “Iya, Han. Kalau begitu Papa mandi dulu.” Hana mengangguk. Ia melihat ayahnya kembali ke kamar dan terus menyiapkan sarapan untuk ayahnya. Beberapa saat kemudian, di atas meja makan sudah dipenuhi piring berisi menu makan yang disiapkan Hana pagi itu. Ada suwir ayam kecap pedas, telor mata sap

