10. Drama cinta

1195 Kata
" Lo tunggu di mobil! Kalau gue telpon Lo baru naik! Nanti nomer unitnya gue kirim lewat chat. " Angga turun dari mobil dan mulai masuk ke dalam kawasan apartemen mewah. Sambil melihat punggung Angga menjauh Yumna bergumam sendiri. " Kenapa harus ajak gue sih? Kan dia bisa pergi sendiri gitu! " Kesal Yumna. Hampir satu jam Yumna menghabiskan waktu di dalam mobil dengan berselancar di sosial media, tak sengaja ia melihat akun milik Mario yang memposting foto seorang wanita cantik dengan caption ucapan duka dan penyesalan. Yumna melihat tanggal postingan milik Rio. " Dia kan lelaki itu? Dia sudah menikah? Sebentar wanita ini mirip sekali dengan... " Yumna menatap foto dirinya saat masih menjadi kekasih Rio dulu. Tiba- tiba saja ponselnya berdering, menerima sebuah pesan dan tak lama kemudian Angga menelponnya, tapi saat diterima Angga tak berbicara hanya terdengar suara desahan seorang wanita. " Sayang aku kangen kamu! Kenapa kamu buru- buru banget sih? Kita nikmatin aja dulu pagi ini ya. Aku sengaja pakai ini buat kamu loh! " Suara di sebarang telepon terdengar jelas di kuping Yumna, ia bisa tahu kalau itu adalah Ami. Setelah mematikan ponselnya Yumna bergegas turun dari mobil dan segera menuju nomer unit yang telah dikirim Angga tadi. " Astaga, wanita itu benar- benar liar! " Gerutu Yumna kesal. " Sebentar, aku harus bagaimana? Menerobos masuk? Mendobrak atau memanggil keamanan? " Yumna menggaruk kepalnya bingung. " Akh naik saja dulu! " Meneruskan langkahnya. *** Yumna mondar- mandir di depan pintu apartemen Ami, ia mengulurkan tangannya hendak memencet bel namun terlihat ragu. Yang tak ia duga sebuah tangan lebih dulu memencet bel tersebut. " Kamu ?! " Rio terkejut saat melihat wajah Yumna. Yumna yang terkejut hanya terdiam tak menjawab pertanyaan lelaki itu. Hingga akhirnya ia tersadar dan tersenyum. " Itu saya sedang nyusul sodara saya. " jawab Yumna sesantai mungkin sambil kembali menekan bel. " Oh, sodara ya? Kamu cantik juga! " Mengedipkan sebelah matanya dengan genit. Mata Yumna membola saat melihat mario itu mengedipkan mata padanya. " Dasar genit! Awas Lo dasar buaya ! " Umpat Yumna dalam hati. Rio kembali memencet bel lagi karena tak kunjung dibukakan pintu oleh kekasihnya itu. *** " Sayang aku kangen banget. " ucap Ami sambil membelai- belai Angga yang sudah sedikit mabuk. Angga yang masih memiliki sisa tenaga masih mencoba menghindari wanita itu. Saat ia mendengar suara bel berbunyi sekatika langsung bahagia. " Itu pasti Yumna yang datang. " gumamnya dalam hati. " Siapa sih pagi- pagi yang sudah bertamu. Mengganggu sekali! " Tapi Ami kembali mendekati Angga, lalu mengecup pipi kanan dan kiri milik pria itu. " Tunggu sebentar ya sayang! " Ami dengan jengkel membuka pintu, matanya membola ketika melihat kehadiran Rio dan seorang perempuan di sebelahnya. Rio tersenyum nakal kala melihat Ami hanya memakai lingerie seksi saat keluar. Sementara Yumna tak kalah syok melihat penampilan wanita seksi itu, ia kembali teringat dengan tugasnya. Matanya menyapu sekeliling untuk mencari Angga. " Sayang, dia lagi cari saudaranya. " Ucap Rio sambil melirik Yumna. Ami menatap Yumna tajam dan panik. " Mau apa kalian kesini? Aku sedang tak mau diganggu! " Ami menatap Yumna dan Rio bergantian, lalu membalikkan badannya hendak masuk kembali. Namun dengan cekatan Rio menahan pintu dan mengikuti Ami masuk ke dalam tak lupa mempersiapkan Yumna masuk. " Ayo masuk! " Ajak Rio. Ami berbalik dan melotot. " Ngapain kalian ikut masuk?! " " Saya menyusul kakak saya. Karena dia harus segera pergi! " Jawab Yumna dengan tenang. " Kakak ? Siapa kakak kamu? " Rio menatap Yumna. " Itu kakak saya, sepetinya dia mabuk! " Menunjuk Angga yang duduk terdiam di sofa dengan pakaian yang sudah tak karuan. " Dia? Wow kamu memang gila Ami! Jadi ini alasan kamu menolak untuk bertemu aku hari ini? " Tanya Rio tak terima. " Ayo keluar! " Bisik Angga pelan pada Yumna. Ami hanya diam saja sambil mengepalkan tangannya , sementara Yumna yang tak ingin terlibat membantu Angga berdiri dan memapah lelaki itu untuk keluar membiarkan dua manusia itu untuk meneruskan drama cintanya. *** Saat sudah di dalam lift Angga membuka sebelah matanya ia menatap wajah Yumna yang berjarak sepuluh centi dari wajahnya. " Cantik, terimakasih. " gumamnya pelan. " Hah apa? Kenapa loe berat banget sih kak. Pake acara mabok pagi- pagi lagi! Norak banget sih. " omel Yumna. " Norak? Siapa gue yang norak? Asal banget deh nih cewek ngomong gue norak! " Gerutu Angga tak terima dalam hatinya. Angga langsung melepaskan pegangannya pada bahu Yumna, ia berdiri dengan tegak dan tersenyum. " Barat ya gue? " " Hah? Loe cuman pura- pura doang tadi? " Yumna menatap Angga terkejut dan tak percaya. " Iya, loe pikir gue bego bakal mabok pagi- pagi? " Angga tersenyum jahil. " Gue pikir Lo benar-benar tepat tadi! " " Gue cuman mau ikutin drama wanita gila itu aja! " Bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. " Cepat! " Angga berjalan dengan langkah cepat, ia sudah risih dengan keadaannya saat ini yang terlihat sangat kacau. *** " Kak Lo beneran kacau. Pacar Lo bener- bener wanita liar! " Ucap Yumna pelan, sambil menatap sesuatu yang membuatnya jijik. Angga menoleh memicingkan matanya saat Yumna terus menatapnya. " Kenapa? Ada apa? " " Kalau noda lipstik di baju mungkin bisa hilang dengan Lo ganti baju kak, tapi itu harus ditutupi pakai sesuatu. " Yumna menunjuk leher Angga. Angga langsung sadar dan menutupi lehernya dengan kesal. " Ami! " Teriaknya jengkel. " Bantu gue hilangin ini! " " Oke bisa, tapi kita harus cari make up dulu. " jawab Yumna. " Buat? Gue ga ada waktu buat nemenin Lo belanja make up Yumna! Lo belanja nanti aja. " tolak Angga dengan keras. " Kak, kita hanya perlu foundation untuk nutupin itu. " " Oh, kirain Lo mau belanja make up kebutuhan Lo. " jawab Angga dengan pelan, ia memalingkan wajahnya karena malu. Sementara Yumna tersenyum manis. " Tenang aja, gue ga akan ngerepotin dan minta anter Lo kok kalau mau belanja make up. " *** " Loe yakin itu bisa ditutup ini doang? " Tanya Angga tak percaya. " Sini biar gue ajarin cara nutupinnya, Lo duduk di sini. " Yumna menyuruh Angga duduk di sampingnya. " Awas kalau masih kelihatan ya! " Ancam Angga sambil duduk di sebelah Yumna. " Kakak bisa pakai ini, dan yang ini ditaruh di atas ini sedikit saja. Kemudian tinggal tempelkan dan ratakan di tempat yang kakak mau. Gampang kan? " Dengan telaten Yumna menutupi tanda merah di leher Angga dengan foundation. " Makasih Yumna. " gumam Angga pelan, pandangan matanya tak sengaja beradu dengan mata Yumna. " Ekh sebentar, ini belum rata. " Yumna kembali mendekat dan meratakan foundation di leher Angga. Saat Yumna masih asik dengan leher Angga Angga mendapatkan panggilan video dari ibunya, dengan segera Angga mengangkat panggilan itu. " Kamu udah mau berangkat nak? " Tanya Bu Sonia sambil memicingkan matanya menatap layar. " Sebentar lagi Bu, masih di jalan. " Mata Bu Sonia melotot ke arah Angga sambil menunjuk ke arah yumna seola sedang meminta penjelasan. " Kalian sedang apa? " Yumna yang sadar terkejut saat mendengar pertanyaan Bu Sonia, sementara Angga hanya memasang wajah pasrah seperti orang yang sedang tertangkap basah sedang bersalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN