" Ibu, ini foto kami saat lulus kuliah? Tapi pria ini siapa? "
Bu Sonia melihat foto yang Yumna tunjukkan, ia mengingat kembali kejadian waktu itu. Mereka memang sempat foto bersama namun mereka ada urusan jadi mereka harus segera pergi meninggalkan acara tersebut jadi Bu Sonia tidak tahu siapa lelaki tersebut.
" Aduh ibu tidak tahu siapa lelaki itu mungkin itu salah satu teman kalian. " ucap Bu Sonia dengan tertunduk.
" Oh mungkin memang dia teman kami Bu. "
" Kalian sedang apa ? Kok nggak ajak-ajak aku sih?! " tanya Angga saat datang menghampiri mereka.
" Ah, kebetulan kamu datang. Itu Yumna sedang melihat-lihat foto-foto mereka semasa sekolah dulu. "
" Kak, sepertinya aku pernah melihat orang ini, tapi di mana ya?" tanya Yumna sambil menyodorkan selembar foto pada Angga.
Angga menatap foto tersebut ia mengingat kembali siapa sosok lelaki di dalam foto tersebut.
" Bukankah ini lelaki itu? Kenapa dia bisa kenal dengan Diandra dan Yumna ? Gue harus cari tahu tentang lelaki ini! " gumam Angga dalam hatinya, kemudian ia menggelengkan kepalanya saat Yumna menatapnya dengan penuh harap. Ia belum yakin dengan sosok lelaki yang ada di dalam foto itu jadi memutuskan untuk mencari tahu terlebih dahulu agar tidak salah dalam memberikan informasi pada Yumna. Terlebih lelaki itu sepertinya akrab dengan adiknya dan Yumna.
" Ah, aku ingat ! Ini adalah lelaki yang menolong aku kemarin, saat di restoran. Kakak ingatkan ? " tiba-tiba saja Yumna mengingat sosok Mario yang menolongnya kemarin.
Angga menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Yumna. " oh iya aku baru ingat. " bohong Angga.
" Jadi kalian mengenal dia ? " tanya Bu Sonia penasaran.
" Kita tidak saling mengenal, tapi kemarin dia menolong Yumna saat sakit kepala Bu. " jelas Angga.
" Oh, begitu. " Bu Sonia mengangguk mengerti.
"Bu, Angga ada pamit dulu ya. Ada kerjaan yang harus Angga kerjakan. Yumna titip ibu ya! " Angga pamit pada ibunya kemudian menoleh ke arah Yumna.
Sementara yumna hanya mengangguk menyetujui permintaan Angga. Setelah pamit Angga pergi meninggalkan kedua wanita itu di dalam kamar adiknya. Setelah sudah lumayan jauh Angga mengeluarkan ponsel dan foto dari balik jaketnya, ia menelpon seseorang dan menyuruhnya menyelidiki Mario untuknya.
" Gue mau hasilnya secepatnya segera Lo kirim ke gue. Gue curiga banget sama nih orang! " Ucap Angga dengan serius dengan tatapan yang dingin.
Setelah berbicara ia langsung mematikan panggilannya dan kembali memasukan ponselnya ke dalam jaket. Saat berjalan melewati ruang tamu ia berpapasan dengan beberapa pegawai yang menyapanya sambil membungkuk, Angga hanya menanggapinya dengan anggukan saja.
" Kamu tadi liat ga ada cewek cantik yang Dateng dan ngaku- ngaku pacarnya tuan, tapi dia kayanya cemburu pas liat ada cewek itu. " ucap seseorang dengan suara pelan.
Angga yang tak sengaja mendengar langsung menghentikan langkahnya dan mendengarkan mereka bergosip.
" Oh, iya tadi yang lain cerita katanya bakal ada pertengkaran diantara mereka. Tapi kok aku lebih suka sama Yumna ya. " timpal seseorang lagi.
" Iya, kayanya ibu Sonia juga lebih suka Yumna yang jadi menantunya ketimbang cewek yang tadi. Terus aku liat si cewek tadi kayanya cinta banget sama tuan. " Si wanita pertama tadi menambahkan lagi.
" Iya, secara tuan Angga itu kan ganteng, kaya, loyal, baik. Meskipun dia dingin dan cuek sama cewek pasti banyak banget cewek yang berharap bisa Deket sama dia, dan ga sedikit juga wanita cantik yang mungkin memanfaatkan kebaikan dia itu. "
Angga yang sedari tadi mendengar percakapan keduanya membenarkan dalam hati dan tak menampik semua itu, ia hanya tersenyum kecut saat sadar ternyata orang lain juga dapat melihat perbedaan dari kedua wanita itu. Kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya dengan percaya diri setelah sudah lebih menguasai dirinya.
Kedua wanita tadi terkejut saat melihat Angga yang sedari tadi berdiri melewatinya menatap mereka dengan dingin. " Tuan Angga. " Sapa mereka dengan terbata sambil kedua tangannya menggenggam erat lap yang mereka bawa, sementara Angga hanya berjalan santai tak menggubris mereka.
Setelah Angga sudah menjauh barulah kedua wanita itu menghela nafas. " Dia denger engga ya omongan kita tadi? " Menyenggol lengan temannya.
" Kayanya engga deh, liat aja dia biasa aja. Lagian emang begitu kenyataannya. Yumna memang lebih baik dan ramah daripada pacarnya. Terus kalau tuan ga peduli sama Yumna dia ga akan mungkin bawa wanita itu ke rumah apapun alasannya, terlebih dia sudah punya pacar secantik tadi. " Kembali bergosip.
" Kalian sedang apa? Bergosip lagi? " Tegur bi Ani.
" Emak. " Ucap mereka bersamaan dengan terkejut.
" Cepat kerjakan dengan benar. Jangan kebanyakan bergosip, tidak baik! " Mengingatkan keduanya.
***
Sementara Angga kini sudah berada di sebuah bar, tempat biasa dia nongkrong bareng temannya. Satu- satu temannya berdatangan dan ikut berkumpul bersama Angga, mereka menemani Angga menikmati minuman dan berbincang ringan sesekali mereka tertawa bahagia.
" Cewek Lo mana? " Tanya Bastian.
" Ga ada, hilang di bawa orang! " jawab Angga malas.
" Hah? Serius Lo? Sejak kapan milik seorang Erlangga Wira Kusuma bisa direbut? " Ledek Bastian tak percaya di ikuti tawa yang lainnya .
" Lo diselingkuhin Ga? " Tanya Irwan tak percaya.
Angga hanya mengangkat bahunya merespon mereka. Ia malas menanggapi mereka yang pasti berujung digoda oleh mereka, beruntung teman yang lain tak berani menyinggung Angga seperti kedua sahabatnya itu.
" Guys, gue mau tanya kalian. Ada yang kenal cowok ini ga? " Angga mengeluarkan selembar foto yang tadi.
Semua temannya memperhatikan foto yang Angga tunjukkan, mendadak Bastian mengerutkan keningnya seperti sedang mengingat sesuatu. Lalu dia berbisik pada Angga, membuat Angga membola kan kedua matanya.
" Serius Lo? Lo engga asal ngomong kan? "
" Serius gue, gue dulu yang nganter almarhum adik Lo ke sana. " Ucap Bastian dengan yakin.
" Awas aja ya kalau sampai informasi dari Lo itu cuman hoax doang, gue robek mulut Lo yang lemes itu! " Ancam Angga serius sambil memelototi Bastian.
Bastian hanya mengangguk setuju. " Oke, tapi kalau ucapan gue bener Lo yang harus makasih sama gue, kaya kenalin gue ke cewek cantik yang ngejar Lo misalnya ! " tantang Bastian tak mau kalah.
Angga menatap bastian tak percaya. " Mimpi Lo ketinggian! " Jawabnya sambil menoyor kepala Bastian.
" Pokoknya Lo, harus kenalin gue sama cewek cantik kenalan Lo itu! " Kekeuh Bastian.
" Dia engga cantik! Dia jelek! "
" kalau dia jelek kenapa Lo peduli banget sama dia? Lo suka sama dia ya? " Tebak Bastian membuat Angga terdiam.