Dua puluh empat jam yang lalu duniaku masih penuh dengan berbagai warna, tapi, hanya karena lima detik yang singkat, semuanya sirna. Duniaku hanya dipenuhi dengan keabu-abuan yang menyiksa. Menyeretku semakin dalam pada lorong kesakitan. Membuatu tersudut pada rasa sesak yang kian membara. Kenapa? Kenapa harus seperti ini? Aku mencoba untuk meyakinkan diriku bahwa apa yang aku lihat kemarin adalah salah. Semua yang aku lihat hanyalah anganku yang terlalu jauh mengembara. Meyakinkan bahwa rumah tanggaku saat ini dan seterusnya akan baik-baik saja. Tapi nyatanya, rasa sesak yang kian mencekam menunjukkan bahwa itu semua salah. Apa yang aku lihat memang benar adanya. Tapi kenapa? Kenapa Ali tega melakukan itu padaku. Apakah semua hal yang aku lakukan selama ini masih kurang di matanya? Apa

