Aliandra’s Pov Hampir dua minggu aku melihat kesedihan itu bersemayan di mata cantik istriku. Aku tahu dia tersiksa dengan keadaan ini, begitu halnya denganku. Pikiranku seakan tidak bisa fokus pada pekerjaan, aku selalu terganggu dengan mata sayu yang selalu berkelebatan di pikiranku. Dan jujur saja, itu sangat menyiksaku. Aku pernah berjanji pada Ana, jika aku akan selalu meluangkan waktuku untuknya. Tapi nyatanya, semua tidak sesuai ekspetasiku. Pada akhirnya aku mengingkari janjiku sendiri. Pekerjaan dan proyek baru yang sedang perusahaanku garap, benar-benar menyita penuh waktuku. Seakan tidak ada kata luang untukku beristirahat. Pagi aku harus segera sampai di kantor dan berlanjut sampai malam, bahkan terkadang sampai dini hari. Dan itu semua berimbas pada rumah tanggaku. Aku semak

