Sesaat

1128 Kata

Gantari willis “Dek, ingat untuk tidak memberi tahu Mama semua tentang Arga.” Aku menarik lengan adikku yang akan membuka pintu apartemenku. Dita berbalik lalu mengangguk mantap, mengacungkan satu jempolnya tanda mengerti. Sementara aku merapihkan semua penampilanku sebelum memasuki unit apartementku. Klik. Suara terbuka pintu apartenemku. “Assalamu’alaikum.” Ucap Dita, yang sama diikuti olehku di belakangnya dengan jalan sedikit tertatih. Aku membuka sepatuku dengan satu tangan berpegangan pada tembok. “Wa’alaikumsalam.” Ucap Mama dari arah dapur. “Loh, kak. Kenapa kakinya?” Tanya ibuku saat melihat aku yang tengah dipapah oleh adikku untuk masuk ke ruang tamu, dengan langkah lebarnya beliau menghampiriku. Aku menubrukan tubuhku, memeluk ibuku erat dan menangis terisak di dadanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN