Harapanku

2218 Kata

Gantari Willis Aku melihat jam di pergelangan tanganku, sudah pukul 11.23 dan sebentar lagi waktunya makan siang. Di sebelahku, Mbak Santi masih asyik ngobrol ditelpon. Entah dengan siapa kali ini dia berhubungan, dan aku perkirakan Mbak Santi menerima panggilan itu sudah lebih dari sepuluh menit. Sementara Mas Evan yang dari tadi pagi -setelah aku meninggalkan Arga dengan tunangannya- belum bertukar sapa denganku. Aku enggak tahu kenapa, namun aku enggan untuk bertanya duluan. Karena aku benar-benar malu bila harus berhadapan dengan keluarga Arga. Sementara aku, dari tadi pagi sampai saat ini males ngapa-ngapain, pikiranku enggak tenang dan yang pastinya kepikiran terus Arga. walau nyataanya dia mungkin nyantai-nyantai aja, tidak sepanik aku. Satu persatu peserta training batch 4 dibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN