Huzam hanya diam sepanjang perjalanan. Ia menafsirkan perkataan Arbrito sebagai peringatan. Intinya ia tak boleh sampai membuat Fatiya salah sangka. Akhirnya Huzam kembali dilanda dilema tentang siapa yang ada hatinya. "Biarkan aku sendiri. Kalian kembali saja ke hotel," perintah Huzam setibanya di rumah sakit. "Hotel?" tanya Maria. Huzam mengangguk. Ia sudah tidak berminat untuk lama-lama di kasuari resort. Lebih baik ia langsung ke Aman Jiwo. "Tas kamu belum kami bawa, Zam." "Biar nanti diambil," jawab Huzam cuek. Ia mengayunkan langkah ke gedung rumah sakit. "Jangan ikuti aku!" Maria menggeleng kecil. Ia bingung melihat sikap Huzam. Sungguh menyebalkan. Hampir saja Maria berlari untuk mengejar Huzam, Arbrito lebih dulu mencegahnya. "Biarkan saja. Entah apa maksudnya lebih baik

