81. Selangkah Lebih Dekat

1161 Kata

Huzam sudah berniat untuk marah-marah. Ia seratus persen kesal dengan sikap Arbrito yang lebih mementingkan Jin Ha. Bagitu sampai di Rubico, Huzam langsung menemui Arbrito. “Apa kamu tidak tau apa yang aku siapkan?” tanya Huzam cukup kesal. “Apa kamu membicarakannya denganku?” “Arbrito!” “Huzam!” balas Arbrito tak kalah keras. “Di mana Roni sekarang?” desak Huzam. Arbrito mengangkat tangan. Ia tidak berniat membahas Roni untuk saat ini. “Kamu tidak bisa seenak sendiri,” keluh Huzam. Ia menjadi bingung karena Arbrito tak lagi berkata lugas seperti dulu. “Kamu lebih senang berdiskusi dengan Maria.” Huzam menggeleng. Ini bukan waktu yang tepat membanding-bandingkan semacam itu. “Roni sepakat memberikan informasi tentang Samuel. Semua sudah di depan mata dan kamu gagalkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN