80. Rasa yang Salah

1204 Kata

Huzam fokus dengan penyelesaian akuisisi hotel Axeltel. Ia berhasil mendapatkan beberapa informasi dari Roni selama berada di Lembang dan dibantu Maria mengurusnya. Tiba waktunya Roni memenuhi janji mempertemukan Huzam dengan Samuel di suatu tempat. “Kamu yakin ini tempatnya, Zam?” tanya Maria setelah menunggu cukup lama tapi Roni tak kunjung tiba. “Iya. Seharursnya jam segini sudah datang.” “Coba kamu hubungi. Besok, kita sudah harus balik ke Jakarta.” Ya, kurang lebih satu minggu sudah Huzam, Fatiya dan Maria ada di tempat itu. Bahkan keberadaannya tidak terendus Anggoro dan Arbrito. Sesuatu yang tampak janggal dan tak lazim. “Sebentar, Maria. Saya coba telpon dulu.” Maria mengangguk. Ia harap-harap cemas mengingat tahu betul seperti apa cara kerja Arbrito dan Anggoro. Bisa jadi ab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN