99. Yang Mengisi Hati

1791 Kata

Maria sibuk mempersiapkan liburannya. Ia mengemas semua barang-barang dibantu Fatiya. “Yakin satu bulan, Tante?” tanya Fatiya saat berkunjung ke Rubico. Sesuatu yang terjadi setelah ayahnya mendapatkan bonus tambahan. “Yups, Fatiya. Kamu tolong rajin-rajin ke sini, ya.” Fatiya menyunggingkan senyum. “Biar ayah aja yang pulang.” “Aduh kasihan Fatiya. Ayahmu mana sempat.” Fatiya mengangkat bahu. Ia kembali melipat baju-baju milik Maria seraya memasukkannya ke dalam koper. Hari ini meski berada di Rubico ia belum melihat Huzam setelah beberapa peristiwa terjadi pada pemuda itu. Ia bahkan belum mengucapkan bela sungkawa. “Kuliahmu bagaimana, Fat?” tanya Maria menyadari Fatiya tengah memikirkan sesuatu. “Setelah cuti Fatiya malas melanjutkan, Tante.” “Bagaimana bisa? Huzam saja yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN