Waktu terus berlanjut. Huzam benar-benar menjalani serentetan kesibukan. Mulai dari kuliah, hingga menghadiri urusan bisnis bersama Anggoro. Sekarang, ia bahkan mendapatkan beberapa mentor khusus yang tugasnya lebih ke mengerjakan tugas kuliahnya. Huzam tak berani mekakukan protes. Ia hanya menjalani saja apa yang diminta sesuai dengan perjanjian awal mereka. “Bagus, Zam. Kamu sudah semakin baik dari hari ke hari,” puji Anggoro setelah pertemuan penting hari ini. “Terima kasih, Pak. Semua berkat Bapak dan Tim.” “Setelah ini kamu boleh jalan-jalan, Zam.” “Maksud, Bapak?” “Gunakan waktumu sampai sore. Pastikan malam nanti kamu datang ke kediaman Bapak.” “Ini saya benar-benar free, Pak? Sekarang?” tanya Huzam tak percaya. Setelah kepulangannya dari Korea ia hampir tidak memiliki waktu l

