94. Langkah ke Sekian

1203 Kata

Undangan pernikahan yang seharusnya belum tersebar pun akhirnya ditunjukkan pada Huzam. Gusta dengan bangga membuat pengumuman di depan orang-orang itu bahwa mereka akan menikah satu minggu lagi. Sebuah hal besar yang sudah lama ia nantikan. "Bagaimana Huzam? Kamu pasti datang bukan?" Gusta menarik perhatian Huzam dengan menanyakan kelanjutan dari undangan itu. "Mas ini belum resmi. Belum kita tulis nama orang yang diundang. Lebih baik kita simpan dulu." Gusta tersenyum miring. Ia tahu Ziya akan melakukan hal semacam itu. Maka ia memang sengaja mencari tahu yang sebenarnya. "Lebih baik mereka tau, Sayang," ujar Gusta mesra. "Mas mau jemput aku, kan? Ayo kita pulang." Ziya menjadi kurang nyaman. Ia pun memilih mengajak Gusta untuk pergi. "Mengap buru-buru? Aku belum diajak masuk sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN