Kalung Masa Kecil

1354 Kata

Damian menggandeng tangan istrinya begitu berhasil mengejar, dan menyejajarkan langkah. “Kita pergi berkencan?” tanyanya, memiringkan kepala dan sengaja mendekatkan pada pipi sang istri. Ines mengerutkan hidung, menggelengkan kepala. “Aku sudah berjanji untuk mampir ke rumah nenek yang tadi, jadi kita berkencan besok saja.” “Benarkah?!” semringah Damian, dijawab anggukan wanita di sampingnya. “Oke! Kita pergi ke rumah nenek tadi, setelah itu kita akan menghabiskan waktu bersama,” sambungnya lalu melangkah lebar, mengayun-ayunkan tangan saling menggandeng. Ines melihat dan tersenyum, membiarkan saja suaminya bertingkah seperti anak kecil yang tengah kegirangan karena pinta disetujui. Apa pernah dijanjikan, tak akan mungkin diingkari oleh wanita yang selalu memegang teguh ucapan terlontar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN