bc

Jodoh Yang Setara

book_age16+
32
IKUTI
1K
BACA
contract marriage
HE
escape while being pregnant
age gap
fated
second chance
friends to lovers
goodgirl
single mother
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
bxg
serious
campus
office/work place
disappearance
secrets
affair
assistant
like
intro-logo
Uraian

Bryan seorang anggota dewan muda yang sukses,kaya raya,tampan dan berasal dari keluarga terpandang terpaksa harus menikah siri dengan Selina wanita berstatus janda miskin yang bekerja sebagai ART dirumahnya sendiri.

karena paksaan dari para warga desa yang memergoki mereka berdua berada di dalam gubuk tua Bryan dengan terpaksa menikahi Selina dan menutupinya secara diam diam agar orangtua Bryan yang berasal dari keluarga terpandang tidak mengetahuinya karena mereka menginginkan Bryan mendapatkan jodoh yang setara untuknya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Dikejar anak buah Lintah darat
Dengan sekuat tenaga wanita itu berlari menyusuri jalan besar menghindari kejaran beberapa pria bertubuh tinggi yang ingin menangkapnya. "Cepat tangkap dia jangan sampai lolos!!!"teriak salah satu dari mereka yang terus mengejarnya. "Tuhan tolonglah aku..aku sudah tidak kuat lagi berlari!"ucapnya pelan merasakan sakit pada kedua telapak kakinya yang terasa perih tanpa alas sambil ia sesekali menoleh kearah belakang. Tepat di tengah jalan aspal yang tampak sunyi dikelilingi pohon pohon besar yang menjulang tinggi dengan penerangan cahaya lampu malam yang tidak begitu terang sepanjang jalan langkahnya terhenti. "sudahlah lebih baik kau menyerah saja Selina menikah saja dengan bos kami yang kaya raya itu,kau pun tidak harus lagi memikirkan untuk membayar hutang dan juga hidupmu akan terjamin jika menjadi istrinya haha..!"seru salah satu dari mereka tertawa mendekatinya. "Tidak...aku tidak mau menikah dengan pria yang sudah mempunyai empat istri itu,aku mohon pada kalian beri aku waktu..aku janji akan membayar hutang itu tapi tolong lepaskan aku!!"serunya dengan lirih melangkah mundur perlahan. "Udah langsung sikat aja,bos udah nungguin di markas!!"celetuk salah satu pria itu dengan wajah bringasnya. Salah satu pria berkumis itu segera mencengkram tangan wanita itu dengan kuat dan menariknya dengan paksa untuk ikut dengannya. "lepaskan aku...tolonggg!!!"teriak wanita itu dengan suara keras meronta ronta. Tanpa berfikir panjang ia menggigit tangan pria itu dan berlari sambil melambaikan tangan ke arah mobil yang sedang melaju kearahnya. "Sial dia kabur lagi...cepat kejaaar!!!"pekik pria berkumis itu kesakitan,memegang tangannya yang terluka karena gigitannya. Tiba tiba sebuah mobil Mercedez Benz yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi mendadak berhenti tepat di hadapan wanita itu. "Heyy....apa kau mau mati!!!"seru seorang pria berbicara padanya dari balik kaca mobil dengan nada kesal. "Tolong aku...aku sedang dikejar mereka,ku mohon bawa aku pergi dari sini!!"ucapnya dengan lirih merasa ketakutan meminta pertolongan pada pria yang ada didalam mobil itu. "Aku tidak punya waktu....cepat minggir sekarang,kau tau siapa yang ada didalam mobil ini hah!"sahut pria itu lagi dengan ketus. kali ini Selina tidak bisa berbuat apa apa ia tampak sedih dan ketakutan mendengar pria itu tidak mau menolongnya disamping itu ia tidak sanggup lagi untuk melangkah dan dengan terpaksa menyingkir membiarkan mobil itu pergi melewatinya. Kini mereka mendapatkannya.ia hanya bisa pasrah dan menangis ,tanpa belas kasihan mereka langsung menarik wanita itu dengan kasar sampai terjatuh di aspal. "aku tidak sanggup lagi berjalan.."ucap wanita itu dengan sedih sambil memegang kakinya yang tampak memar. "menyusahkan saja!!yaudah gue mau ambil mobil,kalian tunggu disini jaga ni cewe jangan sampe kabur lagi!!"ucap pria berkumis itu melangkah pergi. Baru beberapa langkah pria berkumis itu berjalan tiba tiba mobil yang melewati wanita itu tadi berbalik arah dan berhenti depannya. Seorang pria tampan berpenampilan formal keluar dari dalam mobil dengan tatapan tajam menatap mereka. "Siapa kau..kenapa menghalangi jalan kami?".tanya salah satu dari mereka dengan nada kasar. "lepaskan wanita itu sekarang juga!". "haha...kau pikir kau siapa menyuruh kami melepas wanita ini...,memangnya kau kenal dengannya hah...lebih baik kau pergi dari sini jangan ikut campur!!!"sahur pria berkumis itu tertawa keras . "Mas Bryan...biar saya yang hadapin,mas masuk saja kedalam mobil disini tidak Aman!"seru pemuda yang tadi berbicara ketus kepada Selina memasang badan. "kamu bereskan mereka sekarang,saya tidak suka ada keributan!!"ucapnya dengan sikap dinginnya berdiri memperhatikan mereka. Pria itu hanya mengangguk dan mulai berkelahi dengan para pria berpenampilan preman itu tanpa ampun,hanya dengan sekejap mereka semua terkapar babak belur dihajar pria itu sedangkan Selina hanya duduk terpaku di tepi jalan menyaksikan perkelahian mereka. Pria berdasi yang mengenakan jas hitam itu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya yang putih untuk membantu wanita itu berdiri namun ia menolak dan mencoba bangun dengan hati hati. "Kamu tidak apa apa?"tanyanya menatap Selina dengan khawatir. "aku tidak apa apa Tuan...terima kasih sudah menolong saya"sahut Selina dengan nada pelan. "Ayo saya antar kamu pulang,enggak baik malem malem begini wanita sepertimu sendirian diluar.. apalagi kakimu yang sedang terluka...tenang saja saya bukan penjahat seperti para pria itu!!"ajak pria itu dengan nada sopan. ia menganggukkan kepala,dengan langkah pelan berjalan masuk kedalam mobil bersama kedua pria itu. "Sebenarnya apa yang kamu lakuin malem malem begini ditengah jalan sendirian sampai preman preman itu mengejarmu?"tanya Pria berdasi itu menatapnya dari kaca spion. "Aku tidak mungkin menceritakan mengenai masalah hidupku pada mereka dan juga aku tidak mau dikasihani dengan keadaanku ini yang tidak tau mau kemana"ucapnya dalam hati. "mereka preman preman yang mengganggu saya dijalan saat saya mau pulang kerumah dan rumah saya tidak jauh dari sini makanya saja putuskan untuk berjalan kaki saja karena dekat tapi mereka malah mengikuti dan ingin menangkap saya"ucap Selina terpaksa berbohong. "Oh ya..Tuan bisa turunin saya disana saja rumah saya ada dibelakang gang samping halte bus itu!"serunya menunjuk Halte bus didepan jalan. Mendengar ucapannya mereka segera memberhentikannya ditepi jalan tepatnya didepan halte bus yang terlihat sunyi tanpa seseorangpun disana. "kamu yakin mau diturunin disini??disini sepi dan gelap loh?"tanya pria berjas itu dengan heran menatapnya. "Tuan tidak usah khawatir,rumah saya dekat dari sini..!"sahutnya sambil turun dari dalam mobil. "apa mau saya antar sampai rumahmu?"tanya pria itu lagi dengan ramah."tidak..tidak usah Tuan,saya bisa jalan sendiri kerumah"sahut Selina gugup. "baiklah kalau begitu take care yah...lain kali jangan berjalan sendirian di malam malam kaya gini..di kota besar seperti ini sangat bahaya sekali bagi wanita sepertimu". Selina hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada mereka yang sudah menolongnya dan mobil itu segera pergi meninggalkannya sendirian disana. Ia menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya sambil mencoba menenangkan dadanya yang terasa sesak,karena tidak ada orang iapun memutuskan untuk beristirahat di atas bangku panjang yang berada didepan halte itu."sementara aku akan tidur disini"ucapnya pelan. Saat ini Ia tidak tau harus kemana ,rumah peninggalan almarhum suaminya disita oleh Ridwan seorang pria lintah darat yang kejam sebagai jaminan hutang mereka karena ia tidak mampu membayar hutang dengan bunga yang tiap harinya semakin membengkak.Sedangkan untuk sehari harinya ia hanya mengandalkan dari berjualan menu sarapan pagi didepan rumahnya yang hasilnya hanya cukup untuk makan saja. Lintah darat itu hanya memberi waktu dalam seminggu untuk melunasinya jika tidak ia harus mendatangani surat perjanjian hitam di atas putih yang bilamana ia tidak bisa membayarnya ia harus merelakan rumah mereka diambil oleh lintah darat itu. Tanpa tersadar airmatanya menetes membasahi pipinya dari balik cadar yang ia kenakan meratapi nasibnya yang malang."Mas ..aku kangen kamu...kenapa kamu ninggalin aku sendirian didunia ini aku enggak punya siapa siapa lagi,aku tau ini ujian untukku tapi aku merasa hampir menyerah mas "ucapnya lirih sambil memejamkan mata perlahan. "Heh bangunnn...ini lapak gue!!!"teriak sebuah suara membangunkannya,ia terkejut mengusap matanya yang masih mengantuk dan melihat seorang wanita tua berpakaian lusuh berdiri di hadapannya saat ini. "Ngapain loe tidur disini... ini lapak gue ...pergi sana!!!'pekiknya dengan nada ketus menepuk pundak Selina dengan keras. "Ma..maaf.... saya tidak tau kalau ini tempat ibu!"sahutnya bergegas bangun dan berjalan pergi meninggalkan halte itu. Ia menatap langit yang masih berwarna gelap dan hanya diterangi cahaya bulan purnama....malam ini ia terus berjalan dengan pelan pelan merasakan telapak kakinya yang perih menyusuri jalan untuk mencari tempat ia beristirahat sementara walau tidak tahu dimana. "mungkin ada tempat yang bisa ku singgahi untuk sementara dimalam ini"ucapnya dalam hati sambil mendekap tubuhnya yang terasa dingin menembus kulitnya dari balik abayanya. "Aku harus kemana tuhan...tolonglah hambamu ini yang dalam kesulitan"ucapnya lirih melihat sekeliling jalan. Disebrang jalan terlihat sebuah masjid besar,terbesit dipikirannya untuk singgah sementara disana ia pun mencoba mendatanginya dan berharap Masjid itu terbuka untuk musafir sepertiku. Ia menengok kedalam yang dimana tidak ada seseorang pun yang berada disana."ini sudah malam mungkin marbotnya sudah tidur!"ucapnya pelan. Ia membuka pintu masjid itu dan masuk kedalamnya terlebih dahulu ia mengambil air wudhu dan solat di bagian tempat khusus wanita yang hanya di batasi tirai untuk menutupinya. "Alhamdulilah...untuk sementara aku bisa beristirahat disini sampai subuh tiba dan setelah itu aku akan mencoba mencari tempat tinggal dan pekerjaan untukku"ucapnya penuh syukur. Besok Ia berencana akan menjual handphone barang satu satunya yang masih tersisa yang ia selalu bawa dan disimpan disaku abayanya . "dimana ponselku...apa terjatuh dijalan saat aku dikejar para pria tadi..."ucapnya merogoh saku abayanya yang kosong. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pernikahan Rahasia sang CEO: Menyerah pada Cinta yang Menggila

read
1.0K
bc

Keyra, Gadis Kecil Kesayangan Om Dirga

read
213.7K
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Satu Atap Tanpa Cinta

read
28.8K
bc

Tentang Cinta Kita

read
231.5K
bc

Sentuh Aku, Daddy!

read
176.0K
bc

Demo Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

read
12.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook