Segala telah diterima, kekurangan atau bahkan suatu kelebihan dalam hidupnya. Meski masih menganggap ini semua mimpi tapi James nyatanya sudah melihat senyum itu mengembang, kelopak merah pada bunga mawar sudah berhasil mencuri pandangan di depannya, bahkan sempat tercetak wajah itu tegang. Menit telah mengiring sepasang mata mereka saling terpaut, tapi kemudian terhalang oleh kedatangan Alessa di antara mereka. Ella segera melepas pandangan ke arah lain hanya karena merasa malu, ia memainkan kelopak merah mawar pemberian dari James, warnanya paling tepat menggambarkan perasaan saat ini tapi ketika melihat dua manik mata itu James terlihat mengerikan. “Hei, maaf mengganggu sebentar. Saatnya kita melawan Ella.” ucap Alessa menaruh mangkuk berukuran sedang di atas meja, di s

