Terasa asing ketika sentuhan itu merayap pada bagian pinggang kemudian punggung, bahkan tubuhnya menggeliat saat kecupan mendamba itu berkeliaran dari leher bergulir sedikit mampu menabung rasa luar biasa bagi Ella. Tangannya meremas kain melindungi lengan kekar James karena terus terang saja Ella mulai gemetaran, namun bahasanya terkunci oleh jemari lain menggerayangi pinggul. Perlahan James menjerumuskan tubuh itu ke ranjang tanpa lupa melindungi luka Ella yang belum sepenuhnya sembuh, keringat yang mulai menetes dapat James rasakan kadarnya, hangat juga basah membayangi kemauan. “I love you, Baby.” Bisik James menyisipkan tangannya ke dalam baju tidur Ella. Ella hanya bisa mengerjap cepat. Ia merasa takut namun enggan melepas suasana dan rasanya barang sebentar sa

