Kepedihan

1808 Kata

Hal terakhir yang kurasakan adalah keputusasaan, lalu diriku serasa ditelan oleh kegelapan. Namun, begitu aku membuka kedua mata, aku sudah dalam keadaan berbaring. Kulihat butiran-butiran cahaya seukuran mutiara putih yang menaungiku. Indah, juga hangat. Apakah aku sudah mati? Jika iya, maka inikah yang dinamakan surga? Aku mulai bangkit memperhatikan suasana sekitarku. Ini sungguh sangat mengcengankan, tidak ada apa pun di sini. Tidak ada langit biru cerah yang biasa kupandang di saat sedih, tidak ada matahari yang biasa menghangatkan kulitku, tidak ada benda-benda buatan manusia ataupun benda bernyawa lainnya. Di sini tidak ada apa pun selain ruang hampa dan kekosongan. Aku serasa berada dalam dimensi lain, yang bisa kulihat sejauh mata memandang hanyalah hamparan warna putih. Aku ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN