Takdir manusia ada yang bisa diubah, dan yang tidak bisa diubah. Lalu, bagaimana dengan takdirku? Malam ini, aku tak bisa memejamkan kedua mata. Kegiatan tidur yang biasanya mudah untuk dilakukan, sekarang terasa sulit. Setelah Ibu, kini aku juga harus kehilangan Ayah. Kubenamkan kepalaku ke dalam bantal, kurenungi ucapan setiap orang yang ada di sekitarku. Menjadi kuat dan melindungi orang lain. Kenyataanya, aku bahkan tak bisa melindungi kedua orangtuaku. Di setiap pertempuran, aku selalu diselamatkan oleh orang lain. Apa yang mereka harapkan padaku? Lalu, ucapan Carissa, menemui tuanku secara langsung. Ini semakin menambah rentetan pertanyaan yang tak bisa kujawab. Kau tahu, dari awal semua ini salahmu. Suara dalam kepalaku mulai mencerca kelemahanku. Dinding batinku serasa por

